tadinya aku cemburu..
pertanyaan yang selalu muncul adalah, apakah Allah lebih sayang padanya? saat ku lihat semua orang menyayanginya, saat kulihat hidupnya begitu lurus, apakah Allah lebih mencintainya? ya Allah aku cemburu padanya, kenapa kau lebih sayang pada dia daripada kepadaku? apa yang salah dengan diriku?? apakah kurang jiwa ini tenaga ini pikiran ini untukMu?
aku pun merenungkan, apakah kecemburuanku padanya mencerminkan buruknya perangaiku? kenapa aku harus cemburu jika Allah memberikan dunia padanya? sementara aku disini memiliki Allah.apakah dunia lebih baik dari pada Allah, apakah kecintaan orang2 padanya lebih baik dari pada kecintaan Allah padaku? aku diangkat oleh Allah dari kegelapan menuju cahaya, tentu Allah lebih sayang padaku daripada kepadanya. Maka aku pun menyadari, cukuplah Allah dan rasulnya bagiku. tak akan lagi cemburu seperti itu, cukuplah bagiku Allah dan rosulNya..aku bahagia, karena Kau ternyata lebih sayang padaKu..
kembali ke sekolah..
dosa 49..
lapangan yang tambah sempit..
kelas yang tambah banyaaaaaaaaaaaaaaaak..
nuansa hijau dimana-mana..
pagar yang rimbun pepohonan..
DPR yang hilang…
piala yang berjajar rapi di gerbang depan..
aku kembali menyemarakan dosa 49..
rapuh..
memang sifat manusia selalu tidak puas, dikasih A, minta B, di kasih B minta C, dst. sayang sekali rujukan yang ada kebanyakan kontradiksinya, haduh, aku cuma butuh aisyah lahir setelah taun 610 M, ko rapuh semua yaaaa…
punya benteng
hmm..siapakah dia? menarik tuk diketahui..menarik tuk diselidiki, karena bentengnya tampak kokoh, terpancar seperti sesosok yang pertama pernah ku kenal dulu..
bertanya pahlawan
pahlawan, aku tak tau apa kau benar-benar pahlawan atau kau hanya cerita buatan dari sang pemenang saja
hei pahlawan, katakan padaku apa yang kau perjuangkan dimasa itu? seberapa deras mengalir darahmu ketika kau bertarung dengan musuh-musuh itu?
untuk siapa kau rela melepas nyawamu itu? apa benar kau rela mati untuk kebebasan ini? atau untuk yang lain? untuk apa? untuk siapa? apa kau tersanjung ketika kami menatap wajah2mu yang diabadikan dengan figura figura indah apa kau tersanjung ketika rumah reot dengan dinding kayu pun menyematkan gambarmu meski itu dengan paku karatan? atau kau merasa geram karena kami menyalartikan perjuanganmu? ayolah pahlawan, katakan semuanya padaku, apakah kau ini pahlawan seperti yang mereka ceritakan?
hr ini
dengan map plastik merah, juga seragam yang kebesaran, menggatung dalam bis yang sesekali berhenti mendadak, ku jalankan kaki ini menyambagi pria kecil di ujung jalan sana.
siap dengan tumpukan buku, dengan mata yang menyala penuh semangat, membuatku semangat juga. tiga jam berlalu, derak tawa tak henti-hentinya, meragukan apakah hari ini ada hadiah libur sekolah atau tidak, menanyakan apakah hari ini ada penjualan jajanan ato tidak.
tak terasa, pukul 12 hampir tiba, sang cinderella pun harus rela meninggal kan pria cilik itu.
pergilah aku dengan rengekannya, “esok hari datang lagi ya..”.
senangku menggodanya, kubilang..”lihat nanti dik..”
lalu ku bergegas ke agenda selanjutnya, mencari pusat pertokoan, yang ku sendiri belum pernah menjejakan kakiku disana. waktuku tinggal sedikit, sial, angkutan yang kunaiki berhenti total. kata supir tua, ada tamu ke polsek, hingga pintu jalan dikosongkan. supir tua menambahkan sambil bersungut,”paling tamunya masih tidur dirumah”..entahlah..yang pasti kuingin segera sampai..kuingin segera sampai..
HOOOAAAAH…
terdengar suara gemerisik hujan
merayuku..
meninabobokan..
membuatku terhanyut dalam kantuk yang hebat
menjadikan kesadaranku hilang perlahan
lalu membawaku ke langit penuh bintang
angin dingin pun turut menggoda
menyelinap dari sela-sela atap
dingin menelusuk hingga tulang
membuat tubuhku menggigil dan bergetar
hingga serta merta selimut pun ku peluk erat
seakan tak rela kumelepasnya
inginku diam
kaku
tak bergerak
meringkuk bersama selimutku
karena dia telah berkata akan menemaniku dikala hujan
dia juga berjanji akan lindungiku saat angin datang
tentulah aku percaya pada selimutku
karena dia..
merayuku..
dia meninabobokanku..
dia membuatku terhanyut dalam kantuk yang sangat hebat
menjadikan kesadaranku hilang dengan perlahan-lahan
lalu membawaku melayang terbang kesana ke langit penuh bintang
Hai orang yang berselimut
Bangunlah,lalu berilah peringatan
Dan Tuhanmu agungkanlah
Dan pakaianmu bersihkanlah
Dan perbuatan dosa tinggalkanlah
Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud ) memperoleh (balasan) yang lebih banyak
Dan kepada Tuhanmu bersabarlah (74:1-7)
karenaMu, aku pun segera bergerak
melawan kantuk
menanggalkan selimutku
karenaMu, aku pun segera beranjak
melawan angin dingin lalu menerobos hujan!!!!!
sembari berteriak “HEI SETAN-SETAN PERGI KALIAN!!!!!
dimana???
Hai mujahid muda maju kehadapan
sibakkan penghalang satukan tujuan
kibarkan panji Islam dalam satu barisan
bersama berjuang kita junjung keadilan
jangan timbang ragu tetaplah melaju
hapus bayang semu dilubuk hatimu
bergerak ke depan bagai gelombang samudra
retakkan tirani runtuhkan angkara murka
majulah wahai mujahid muda
dalam satu cita tegak keadilan
singkirkan batas satukan kata
kebangkitan Islam telah datang (Izzatul Islam)
DIMANA KAUM MUSLIMIN????
DIMANA TENTARA MUSLIM???
DIMANA MUJAHID MUDA ITU??
APAKAH KALIAN SIBUK DENGAN KESOMBONGAN JAHILIYAH???
SIBUK MENGAGUNG-AGUNGKAN GOLONGAN SENDIRI???
MERASA DIRI LEBIH DARI YANG LAIN??
KALAU BEGITU KALIAN ANGKUH!!! KALIAN SOMBONG!!!!
DIMANA WAHAI KALIAN YANG MENGAKU MUSLIM??
APAKAH KALIAN TETAP SIBUK DENGAN MEMBANGGA-BANGGAKAN DIRI??
SEMENTARA DARAH TERUS MENGALIR DISANA!!!
SEMENTARA SEMAKIN BANYAK ROH BAYI TAK BERDOSA TERPISAH DARI JASADNYA!!!!
DIMANA KALIAN WAHAI MUJAHID MUDA???
DIMANA LAJU BAGAI GELOMBANG SAMUDRA ITU??
DIMANA BARISAN BERKIBARKAN PANJI ISLAM ITU??
DIMANA SATU CITA ITU??
DIMANA SATU KATA ITU??
DIMANA KALIAN WAHAI MUJAHID MUDA???
SAUDARA-SAUDARAMU BERTERIAK MEMINTA PERTOLONGAN..
“MANA SAUDARAKU KAUM MUSLIM??”
“MANA SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN??”
DIMANA KALIAN WAHAI MUJAHID MUDA???
TAK TAKUTKAH ENGKAU KETIKA NANTI DIHARI KIAMAT DIPERTANYAKAN
“KEMANA KALIAN KETIKA SAUDARAMU MERINTIH MEMINTA PERTOLONGAN?”
“manaaaaa…saudaraku??”
“mana..saudaraku..kaum muslimin??”
“dimana saudaraku??”
“dimana saudaraku pengikut Muhammad SAW???”
“Ya Rosululloh, aku telah meminta tolong pada saudaraku, aku telah meminta tolong pada semua saudaraku, tapi tak ada yang datang, tak ada yang mendengar, mereka hanya sibuk dengan golongannya masing-masing”
- nyindir diri sendiri-