karena kau adalah sahabatku..
jika anda memiliki suatu konsep yang ada anggap benar, wajarkah jika anda ingin orang-orang yang ada disekeliling anda memiliki konsep yang serupa dengan anda? jika anda merasa yakin dengan sesuatu karena kebaikannya wajarkah jika anda ingin orang-orang disekeliling anda merasakan kebaikan dari sesuatu tersebut? jika anda yakin ada sesuatu yang lebih baik wajarkan jika anda ingin memperkenalkannya pada sahabat anda?
jika saya, jika saya memandang sesuatu sebagai benar, merasa yakin ini baik wajarkah jika saya ingin orang2 disekeliling saya khususnya sahabat saya ini berada dalam “sesuatu” yang sama? wajarkah jika saya sekedar ingin mengenalkan sesuatu yang saya anggap benar ini kepadanya? wajarkah jika saya ingin sahabat saya mendengarkan? bukan untuk memaksa, bukan untuk menilai dia salah, bukan untuk mementahkan apa yang dia pegang, bukan untuk merasa diri paling benar, bukan untuk itu semua tapi karena saya menyayanginya.
saya hanya ingin didengarkan saya hanya ingin memberi penjelasan saya hanya ingin memperkenalkan.
setelah itu, jika apa yang saya anggap benar ternyata tidak kamu terima ya tak apa-apa, semua kembali pada dirimu, yang penting telah tersampaikan.
jika sahabat saya sendiri sudah tidak mau mendengarkan, wajarkah jika saya sedih??? dimana para sahabatku itu? yang kini pergi tak mau mendengarkanku sedikit pun, hanya mendengarkan, hanya mendengar penjelasan hanya itu yang saya pinta, tak lebih dari itu. tak mungkin saya akan memaksakan konsep kebenaran menurut saya ke kamu. itu kehendak kamu, itu hidup kamu, saya paham betul itu.
masih berharap dia mau mendengarkan setelah dia menyatakan tak mau mendengar apapun dari saya.
dia punya landasan helikopter
deg2an, bukan karena sudah lama tak “berkata2″, mungkin itu juga sedikit tapi lebih tepatnnya deg2an karena ini adalah perdana untuk saya mencoba “jalan” yang berbeda. ditambah, teman “berkata2″nya yang cerdas, saya suka teman yang cerdas, menantang.
berdasarkan pengalaman “berkata2″ terdahulu, teman2 yang cerdas lebih menampilkan pertahanan, bahkan menyerang, padahal temen sendiri lho, yang katanya begitu mengerti saya. dengan pengalmaan lalu tersebut, bayangan di kepala saya, teman cerdas yang satu ini juga akan melakukan hal yang sama.
namun diluar dugaan, dia begitu lapang. ibaratkan sebuah lapangan,dia adaah lapangan luas tanpa pepohonan yang bisa dijadikan sebagai tempat landas helikopter. dia tidak menghadir namun ia memikirkan. dia dia berprasangka melainkan mengkritisi. saya suka orang cerdas. cerdas dalam arti sesungguhnya. bukan cerdas yang hanya nampaknya saja. belum memikirkan sudah menghardik. belum mendengarkan sudah menuduh. belum merenungkan sudah menganggap salah. belum mencari bukti sudah memfitnah.
wahai dia yg memiliki landasan helikopter yang luas, tetaplah cerdas seperti yg sudah kau tunjukkan, saya selalu berdoa untukmu.
tadinya aku cemburu..
pertanyaan yang selalu muncul adalah, apakah Allah lebih sayang padanya? saat ku lihat semua orang menyayanginya, saat kulihat hidupnya begitu lurus, apakah Allah lebih mencintainya? ya Allah aku cemburu padanya, kenapa kau lebih sayang pada dia daripada kepadaku? apa yang salah dengan diriku?? apakah kurang jiwa ini tenaga ini pikiran ini untukMu?
aku pun merenungkan, apakah kecemburuanku padanya mencerminkan buruknya perangaiku? kenapa aku harus cemburu jika Allah memberikan dunia padanya? sementara aku disini memiliki Allah.apakah dunia lebih baik dari pada Allah, apakah kecintaan orang2 padanya lebih baik dari pada kecintaan Allah padaku? aku diangkat oleh Allah dari kegelapan menuju cahaya, tentu Allah lebih sayang padaku daripada kepadanya. Maka aku pun menyadari, cukuplah Allah dan rasulnya bagiku. tak akan lagi cemburu seperti itu, cukuplah bagiku Allah dan rosulNya..aku bahagia, karena Kau ternyata lebih sayang padaKu..
kembali ke sekolah..
dosa 49..
lapangan yang tambah sempit..
kelas yang tambah banyaaaaaaaaaaaaaaaak..
nuansa hijau dimana-mana..
pagar yang rimbun pepohonan..
DPR yang hilang…
piala yang berjajar rapi di gerbang depan..
aku kembali menyemarakan dosa 49..
rapuh..
memang sifat manusia selalu tidak puas, dikasih A, minta B, di kasih B minta C, dst. sayang sekali rujukan yang ada kebanyakan kontradiksinya, haduh, aku cuma butuh aisyah lahir setelah taun 610 M, ko rapuh semua yaaaa…
punya benteng
hmm..siapakah dia? menarik tuk diketahui..menarik tuk diselidiki, karena bentengnya tampak kokoh, terpancar seperti sesosok yang pertama pernah ku kenal dulu..
bertanya pahlawan
pahlawan, aku tak tau apa kau benar-benar pahlawan atau kau hanya cerita buatan dari sang pemenang saja
hei pahlawan, katakan padaku apa yang kau perjuangkan dimasa itu? seberapa deras mengalir darahmu ketika kau bertarung dengan musuh-musuh itu?
untuk siapa kau rela melepas nyawamu itu? apa benar kau rela mati untuk kebebasan ini? atau untuk yang lain? untuk apa? untuk siapa? apa kau tersanjung ketika kami menatap wajah2mu yang diabadikan dengan figura figura indah apa kau tersanjung ketika rumah reot dengan dinding kayu pun menyematkan gambarmu meski itu dengan paku karatan? atau kau merasa geram karena kami menyalartikan perjuanganmu? ayolah pahlawan, katakan semuanya padaku, apakah kau ini pahlawan seperti yang mereka ceritakan?
hr ini
dengan map plastik merah, juga seragam yang kebesaran, menggatung dalam bis yang sesekali berhenti mendadak, ku jalankan kaki ini menyambagi pria kecil di ujung jalan sana.
siap dengan tumpukan buku, dengan mata yang menyala penuh semangat, membuatku semangat juga. tiga jam berlalu, derak tawa tak henti-hentinya, meragukan apakah hari ini ada hadiah libur sekolah atau tidak, menanyakan apakah hari ini ada penjualan jajanan ato tidak.
tak terasa, pukul 12 hampir tiba, sang cinderella pun harus rela meninggal kan pria cilik itu.
pergilah aku dengan rengekannya, “esok hari datang lagi ya..”.
senangku menggodanya, kubilang..”lihat nanti dik..”
lalu ku bergegas ke agenda selanjutnya, mencari pusat pertokoan, yang ku sendiri belum pernah menjejakan kakiku disana. waktuku tinggal sedikit, sial, angkutan yang kunaiki berhenti total. kata supir tua, ada tamu ke polsek, hingga pintu jalan dikosongkan. supir tua menambahkan sambil bersungut,”paling tamunya masih tidur dirumah”..entahlah..yang pasti kuingin segera sampai..kuingin segera sampai..