neisya soalita..hmmh..

March 21, 2008 at 12:39 pm (pelajaran hari ini)

Tadi, setelah ada upgrade kecil2an di yasmin, saya bertemu dengan teman smp saya di mesra. agak ragu sih ketika saya hendak menyapanya, dia berubah, mengenakan jilbab panjang, dulu tidak berjilbab. ternyata benar dia, kami pun bercengkrama, saya memuji perubahannya, dia terlihat cantik.. dia pun mengaku tidak menyangka saya telah berjilbab panjang juga..ah kami bercerita tentang banyak hal, tentang alasan berhijrah, tentang kegiatan yang kita lakukan, banyak hal. Dulu, saya dan dia biasa saja, tidak begitu dekat, hanya teman sekelas saja. Tapi tadi saya merasa begitu dekat dengannya, mungkin karena merasa sama2 telah berubah, hmmh..tadinya saya hendak pulang langsung, namun saya memutuskan untuk menundanya, kami pun makan bersama di sekitar mesra. .

neisya memang berubah, berbeda dengan bayangan saya, bayangan di kepala saya saat dia smp dulu. jilbab panjang telah merubahnya, begitu lembut, begitu hangat, begitu muslimah, seperti itulah seharusnya. hmmh..berbeda dengan saya yah, saya merasa masih begini2 saja, masih seperti dulu yang begajulan, melihatnya saya merasa malu, saya harus menjilbabi hati saya lebih rapat lagi, saya merasa baru menjilbabi fisik saja. bersyukur saya bertemu dengannya, bertemu dengan neisya, saya senang sekali hari ini

neisya, kapan2 kita maen yuks..kutunggu janjimu maen ke UI, smangat skripsinya.. salam untuk teh ami dan anak2 teknik industri IPB yah…

Permalink 4 Comments

Darmaga dan kepanikan di malam hari

March 21, 2008 at 12:22 pm (pelajaran hari ini)

selasa kemarin, sedari pagi saya memang sudah berencana untuk pergi ke darmaga, ke kosan Okta. Hendak mengembalikan buku yang saya pinjam, memberikan sesuatu yang ’spesial’ untuknya sekaligus untuk pacarnya, juga untuk mendengarkan cerita terbaru tentang dirinya. Dengan segala ‘perkakas’ yang telah saya bawa itu, saya pun pergi ke kampus terlebih dahulu, (kapan saya pengsiun dari rutinitas ini?), dan berharap hari ini segera berlalu agar saya dapat meluncur ke darmaga.

Sampai stasiun Bogor, hujan begitu derasnya, menggunyur, membanjiri jalanan didaerah situ. Sekilas saya melihat teman SMA saat sedang makan bubur di dekat stasiun, ternyata benar dia, setelah dia berteriak memanggil nama saya dengan cemprengnya saya yakin irtu dia. kami pun berbincang-bincang, topik demi topik terus bergulir, sampai kemudian saya teringat untuk pergi ke Darmaga. Hujan masih deras, namun saya pamit pada mereka. saat hendak pergi, saya mencari2 payung hijau yang selalu setia menemani saya kala hujan, namun payung tersebut tak saya temukan. hmmh..saya lupa, saya belum melipatnya setelah kemarin payung itu saya gunakan.

saya pun membeli payung 10 ribuan di stasiun. Ck..harga memang menentukan kualitas, payungnya begitu rapuh. Tapi tak apalah..

perjalanan stasiun darmaga terasa begitu lama. Bukan macet atau jarak perjalanan yang harus ditempuh jauh, hanya karena ngetem. ARGH!!! lama banget!!! Jam berapa saya sampai darmaga? Jam berapa saya akan sampai rumah!! Sabar..sabar..

Malam, akhirnya sampai tempat tujuan. Darmaga malam hari memang menyeramkan, sepi, mungkin karena hujan. hanya sedikit mahasiswa yang berkeliaran malam itu, berkeliaran dengan payungnya. Yang tampak hanyalah kendaraan berlalu lalang saja.

tempat kos Okta, agak2 jauh dari jalan, dan saya tidak mau berjalan kesana sendirian, karenanya saya meminta Okta menjemput saya di depan jalan menuju kosannya. Berdiri, dengan payung baru, di pinggir jalan, hujan, kedinginan, menunggu, sepi, gelap, dan sendiri, sungguh lengkap.

Tiba2 saya terkagetkan oleh suara hantaman dari sebelah kanan saya, jauh disana, di depan BNI. samar-samar terlihat motor terguling dan orang terkapar. Entah apa yang mendorong saya, saya segera berlari ke sana, menghampiri. Seorang mba2, dia terkapar. Lalu orang-orang yang kebetulan berada di TKP membopongnya ke selasar BNI.

Kami semua panik, tampak luar saya melihat mba itu tak apa2, tak ada luka. Namun dia sepertinya begitu kaget dengan kejadian tadi, dia menggigil, memejamkan mata, dan terus memegang kepalanya.

Pria 1: gimana nih?

Pria 2: duh gw ga tau

saya: mba2…bisa bangun ga?

Pria 1: kita bawa ke dokter aja

saya: iya2..takut ada luka dalem

pria 2: pake apa? motor aja..

pria 1: jangan, jangan pake motor, gimana bawanya?

saya: emang dokter di sekitar sini dimana?

pria 1: ada, deket situ, deket banget kok..

saya: kl jalan aja bisa?

pria 1: bisa..

saya: yah udah bopong aja kalo gitu..

pria 2: lumayan kalau di bopong, naek angkot aja, gw cari angkot yah..

kami bergegas, dua pria tadi membopongnya, bersama pria-pria lain yang ada di situ. saya tidak ikut membopongnya, saya hanya membawa tas dan sepatu mba2 tadi. kami semua naik ke angkot yang diberhentikan pria 2.

sampai di dokter..

sementara mba2 tadi ditangani dokter..

saya, pria 1 dan pria 2, sibuk menggeledah tas mba2 tadi, mencari tau identitasnya. Maafkan kami karena menggeladeah tanpa izin. Siti Nurbayanah namanya, kita pun membuka2 HPnya, karena bingung harus menghubungi siapa. tak lama dokter keluar, dia memberikan nomor telp asrama tempat mba2 tadi tinggal, dan meminta kami menghubungi nomor tersebut. Lalu pria 1 pun menelpon nomor tersebut.

pria 2: mba temennya mba yang tadi?

saya: bukan, saya ga kenal, tadi saya lagi di TKP

pria 2: maba, saya ga nabrak kan mba? mba liat kan?

saya: ga keliatan, saya agak jauh tadi, cuma ngedenger suaranya aja, emang ceritanya gimana?

pria2 : iya, saya lagi naek motor trus tiba2 ada orang nyebrang, sebelumnya saya ga ngeliat dia nyebrang karena bajunya gelap, dari pada nabrak dia, saya jatuhin motor saya..

saya: oh suara yang keras itu lo yang jatoh, kirain itu yang ringsek tadi motor si mba yang di dalem..

pria 2: bukan itu motor saya

pria satu berkenalan dengan pria 2

pria 1: (nama), KPM 43

pria 2: (nama), manajemen 42

saya: hehehe..bukan anak sini

lalu sms pun masuk ke hp saya

Okta: Ulan dimana? gw udh di depan BNi

wah, teh Okta..saya melupakannya..

saya pun segera pamitan pada kedua pria tadi, ah sebel bodohnya ga minta nomor mereka.. saya jadi penasaran hasil diagnosis dokternya gimana..

..insightnya:

1. nyetir motor jangan ngebut2

2. kl malem usahain pake baju yang glow in the dark, hahaha..emang ada?

3. tanya nama dan nomor siapun di TKP yang terkait, biar ga penasaran kaya sekarang

4. kayanya saya harus menyantumkan nomor yang harus dihubungi dalam dompet khawatir terjadi apa2 sama saya..

sesampainya di depan BNI, hehehe..Okta tampak lusuh..untung dia ditemenin ama pacarnya..

teh okta mengingatkan, ‘La, lo kan belum sholat magrib..’

hoah, iya2..td terjebak di angkot..

kami, saya, Okta dan dani pun segera bergerak ke kosan teh okta..

setah ishoma dan ketawa ketiwi, cerita sana cerita sini, saya pun memutuskan untuk pulang..

hmmh..namun hujan masih mengguyur darmaga..teh okta pun menyarankan saya untuk menginap saja di kosannya..

emang males pulang sih, ujan, becek, ga ada ojek..

saya pun bermalam di sana..

subuh2 sehabis sholat subuh langsung pulang deh..

sepi sekali tampak tak ada kehidupan..banyak kodok pula, takut juga jalan sendiri..

tapi pagi itu segar sekali, ingin diam disana sampai saya melihat matahari sebenarnya, tapi saya harus ke kampus..ah segera pulang ke rumah, lalu pergi lagi ke kampus..

kejadian semalam memang berkesan..

Permalink Leave a Comment

Teman, di antara tangis dan tawa

March 14, 2008 at 2:58 am (pelajaran hari ini)

Tujuh buku hasil ‘pergulatan’ saya di Islamic Bookfair hari minggu lalu memang menggoda untuk dibaca. Menjelang UTS seperti ini alangkah baiknya jika saya membaca buku kuliah, tapi justru buku2 dari senayan itu yang saya pilih. Buku2 itu seolah melambaikan tangannya, lalu merajuk meminta untuk dibaca, mereka memang manja!! akhirnya “99 Ideas for Happy Mom” yang saya ambil terlebih dahulu, dan saya pun mulai membacanya.

Sepi yah, biar sedikit rame..play, lagu2 The Panas Dalam pun terlantun..agak tidak nyambung memang..perpaduan yang tidak wajar antara judul buku yang saya baca dengan iringin lagunya..Bab demi bab..lagu demi lagu..

FAMILY PICTURE, teman2nya, YOU ARE SO SPECIAL, Rintihan Kuntilanak, THE CHOOSEN ONE, Maling Kondang, EXTREME CHANGE , In Memorial, SEND ME AN ANGEL, Kemaleman Uber Ules, IN BETWEEN, Jane, NAMES, Tragedi, FIRST WORDS, Tong Gandeng, FIRST LESSON, Batman, LIKE MOTHER LIKE DAUGHTER, Mutiara Bangga, FREE TO DECIDE, Belajar Berhitung, BROADING SCHOOL, Resiko, STRANGER, Ayo, GRADUATION DAY, Kita, I LOVE YOU, MOM!, Kemana, I ALWAYS BE THERE FOR YOU, HONEY!, Phedhopile…

Ah saya semakin tidak wajar!!! Matikan!!! Saya tidak kuat, saya tidak bisa berkonsentrasi, lagu2nya terlalu konyol, terlalu ngocol.. sesuatu yang ‘beda’ memang tidak bisa dipaksakan untuk bersama yah, haha..(iya kan Nda?? Hihihi..)Sepi kembali, saya memilih terhanyut dengan “99 Ideas for Happy Mom” ketimbang The Panas Dalam, maklum sudah malam, cari suasana yang pas, dalam keheningan sajalah..

Bagus juga nih buku, patut diabadikan sampai saya menjadi MOM kelak, patut dipraktekan saat saya berkeluarga nanti, ah jadi pengen cepet2 punya anak..he2..(gawat saya mulai terobsesi!!)..Sudahlah, saya hanya ingin bercerita tentang sebuah kalimat dalam buku itu yang kemudian membuat saya sedikit bepikir, berpikir di malam hari, lewat dari jam tidur saya, tidak biasa memang.. (jam tidur saya adalah jam 9 malam), begini kalimatnya..

Temanmu adalah orang yang selalu berhasil membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu selalu tertawa (Hikmah dalam Ashriyah, 2007).

Hmmh, apa maksudnya ini? Teman adalah orang yang selalu berhasil membuat saya menangis?? Bukan orang yang selalu membuat saya tertawa?? Lho??! Koq seperti itu?? Lalu gogleV+, genksha(ah kenapa kita mengakui istilah menjijikan ini??ade beruuuk!!!!), nekaporaers, ucil, tikul, nila, teman2 yang selalu tertawa tiwi bersama itu disebut apa jika bukan teman?

Hmmh..mereka pernah berhasil membuat saya menangis tidak ya? sebentar saya ingat2..

Oh, yah..saya mengerti apa maksud kalimat itu. Saya teringat, tragedy busa (inget ga tha??), saya menangis karena tragedy itu, kamu juga, genksha lainnya juga, mereka berhasil membuat saya menangis!!! atau yang lain lagi saya teringat tragedy ‘kamis’ di depan kelas 2-7, air mata saya deras memancar, tak kalah dengan derasnya hujan yang turun kala itu, (vi2, babeh mirza, kalian ingat??)..mereka menyerang saya, menghardik, lebih sakit dari pada pukulan yang tertuju pada ulu hati, lebih perih dari pada telapak kaki yang melepuh saat TC, mereka, teman2 saya berhasil membuat saya menangis!! Laen lagi dengan kang ne, di bawah tangga AMK, saya juga menangis karenanya, begitu pula dengan gogle V+, yunda..kamu telah membuat saya menangis saat saya bercerita tentang laki2 dari kukel itu, ye2 kamu juga bisa membuat saya menangis dengan petuah darimu, nu2 juga dengan kata2 menghentaknya, dengan kata2 ‘makanya, blablabla..’..kalian selalu berhasil membuat saya menangis..(hanya berkaca-kaca saja di depan gogle V +, biasanya nangisnya di rumah..)..

Teman2 saya itu, mereka bisa menelanjangi saya dan memperlihatkan kesalahan yang saya buat, memberitahukan keburukan saya, menyadarkan, membuat saya mengerti, membuat saya paham bahwa saya telah melakukan kesalahan, mereka tidak ingin saya terjerumus, lalu dengan keketusannya, mereka memberi saya kritikan pedas!! menyakitkan!! Membuat saya menangis saat itu, deras!! Sakit memang, tapi yang mereka lakukan itu adalah benar. Saya memang seringkali tidak menyadari apa yang saya lakukan, teman-teman saya, merekalah yang menjadi cermin, memperlihatkan apa yang saya lakukan selama ini, kesalahan-kesalahan saya, kebusukan-kebusukan saya, memperingatkan saya, lalu saya pun akhirnya berubah karenanya..karena mereka. Itulah bentuk cinta mereka, dengan membuat saya menangis saat itu, saya dapat tertawa di kemudian hari..

Hmmhh..saya akhirnya mengerti, saya sepakat dengan kalimat di atas tadi, teman memang orang yang selalu berhasil membuat saya menangis, menangis untuk menyadarkan, menangis untuk perubahan, perubahan yang lebih baik. Namun, saya sedikit ingin mengoreksi, jika dalam kalimat di atas dikatakan orang yang selalu bisa membuatmu tertawa bukanlah teman, menurut saya tidak seperti itu. Lebih tepatnya, teman adalah orang yang selalu berhasil membuat saya menangis, sekaligus selalu berhasil membuat saya tertawa. Mereka, teman-teman saya berhasil dalam keduanya..teman-teman..terima kasih yah..terima kasih atas tangis dan tawanya..aku menyayangi kalian semua, menyayangi kalian karena Allah..

Permalink Leave a Comment

Omentum..ow..omentum..

March 13, 2008 at 8:29 am (pelajaran hari ini)

lama saya tak peduli pada masalah kebadanan alias ketubuhan..saya sudah sangat jarang berolahraga: tidak lari pagi (jalan pagi sebenernya), karate, ataupun berenang.. semenjak kuliah saya meninggalkan semuanya(paling sesekali saja, jika saya hitung menggunakan jari di sebelah tangan saya pun tak kan terpakai semuanya). Omentum saya kini merajalela, membesar, tumbuh subur…ow!

saya harus menyusutkannya..setidaknya dengan memilih tangga(bukan lift) saat hendak menuju ruang kelas, atau memangkas jalur2 yang memungkinkan saya berkendaraan, jalan kaki saja lebih baik..hmmh..smuga omentum di perut saya ini menyusut..saya rindu berkeringat seperti dulu (selain keringat saat di KRL yah)..

Permalink Leave a Comment

tak cukup hanya dengan satu kata

March 12, 2008 at 3:56 am (melacur:melakukan curhat)

ah, kenapa sih saya selalu melihatnya positif!!!! kenapa sulit membedakan realita!!! apa benar cinta itu buta??? tidak!!! setelah apa yang saya lihat, kenapa saya tetap menilainya positif? kenapa?? teman2kuw..miz wai2, gogle chineseku..kenapa petuahmu membal begitu saja..harusnya meresap!! harusnya kini kepositivan itu berubah menjadi sesuatu negatif, lalu saya dapat menjauhinya dengan mudah. Harusnya citranya memburuk dan saya dapat melenggang bebas di jalan ini. sayangnya, saya tetap menilainya positif, saya tetap tak rela, saya tetap tak ikhlas, dan saya merasa bodoh..hix..

Permalink Leave a Comment

hanya satu kata..

March 12, 2008 at 3:24 am (melacur:melakukan curhat)

SEBAL!!!!!!!

Permalink Leave a Comment

hix..hix..hix..

March 10, 2008 at 10:10 am (melacur:melakukan curhat)

saya terjebak di puskat, bersama kwitansi dan solatif, dengan LPJ yang belum selesai, di samping jendela dengan pemandangan air hujan yang turun begitu lebatnya, sama pria tak dikenal pula, ‘hwoah..itu siapa?? ngapain sih dia ke puskat??’, untungnya ada kamu komputer yang setia menemani, argh!! saya ingin pulang..

beberapa menit kemudian..

yes!! dia pulang juga..

beberapa jam kemudian..

agh..terimakasih Allah..LPJnya selesai.., kereta tunggu saya..ups!!! saya ada janji dengan mba heni di Bee!!! ya ampun..segera meluncur ke sana..

Permalink Leave a Comment

Sabtu, lagi2 minta cuti ngajar..

March 8, 2008 at 2:44 pm (pelajaran hari ini)

setelah sabtu lalu saya izin untuk tidak mengajar, sabtu ini pun izin untuk tidak mengajar itu kembali terucap. bedanya, kalo minggu lalu, alasannya karena saya sibuk dengan HAPPY SCIENCE 4 Kids dengan robot pintar untuk bumi hijauku-nya, (huh..hektik banget..tp alhamdulillah lancar dengan peserta 70an..subhanallah..kesulitan memang selalu diiringin kemudahan, janjiMu lagi2 terbukti), berbeda dengan minggu lalu, Sabtu ini, saya minta izin mengajar karena ada RAKER SALAM UI. Pagi2, saya bergegas pergi ke MUI, ah kereta Sabtu pagi memang melegakan..saya bisa melenggang bebas di dalamnya..duduk nyaman..segar tanpa apek dan keringat
bercucuran.

08.15 WIB, saya sampai di stasiun POCIN, saya lapar..tapi saya harus segera sampai MUI. Saya pun berjalan, menelusuri rindangnya pepohonan kampus, lalu mengitari danau yang sangat segar dengan riak airnya yang lembut.. Perut saya tak bisa diajak kompromi, ah baiklah, saya berhenti sejenak, mencari tempat duduk tepat di sisi danau, uh..perut bersabarlah, saya mencari2 roti keju yang saya sisipkan dalam tas, dibalik buku2 yang sengaja saya bawa untuk dibaca dikala menanti kereta. yah seperti kata om iwan fals, kereta terlambat 2 jam itu biasa, dan itu fakta lho, masih terjadi sampai sekarang, untuk antisipasi buku2 itulah yang akan saya garap kala jenuh menanti kereta.

roti..roti..ah dimana kamu?? saya menemukannya!! saya kunyah perlahan-lahan..hmmh..enak..dan semakin terasa enak dengan indahnya danau yang saya pandang pagi itu.. ‘hai gedung rektorat..apa kabar? hari ini kamu tampak begitu kurus..lagi banyak pikiran yah??’..hmmh..potongan roti terakhir, dilanjutkan dengan beberapa teguk air putih segar, sempurna untuk mengganjal perutku yang lapar itu. Saya pun kembali berjalan, selangkah lagi menuju MUI..

Sesampainya di sana, ‘lho?? koq sepi?’..ah gimana, masa aktivis dakwah ngaret?? saya pun segera ke sekret, belum genap kaki ini sampai di sekret, saya berjumpa dengan akh Ki2, hmm..dy bilang mulainya jam 9. oh, pantas belum ada orang, ya sudah..karena pagi itu ada kajian rutin di MUI, saya pun bergabung dengan kajian itu..

pukul 9 lewat, tak terasa saya terhayut dalam kajian itu..saya segera berlari menuju sekret, dan apa yang saya lihat, masih sepi..tampak aneh bukan?..lalu saya hampiri pintu sekret, OW!! raker pindah ke Wong Solo..ah..untung letaknya tak jauh dari situ..saya pun berjalan menuju rumah makan itu..nah akhirnya, saya temukan mereka..belum mulai..saya berjalan begitu cepat rupanya, sampai terengah-engah..olahraga pagi!!!

Gebyok dengan ukiran minimalis, sehelai kain pengganti layar proyektor, dua buah panji salam yang trus berkibar, dinding bercat hijau, dan kain hijab pemisah salamers akhwat dan ikhwan menjadi saksi raker SALAM UI 11 kali ini, tak ketinggalan pepohonan rindang yang membuat tempat itu teduhpun ikut menyemarakan suasana..
WOW!! SALAM UI kini semakin matang, terlihat dari prokernya, rupanya perombakan beberapa departemen cukup berhasil memberi warna pada SALAM yang mulai memasuki 1 dekade ini. Prokernya luar biasa!! taun ini akan menjadi medan berjuang yang melelahkan sepertinya, termasuk saya dan departemen URC. Seperti yang bang Ozi bilang, mari kita angkat jangkar, mari kita turunkan layar, dan mari kita berlayar!! fiuh, rencana telah dibuat, saatnya kami berlayar, mengarungi samudra luas yang penuh ombak itu, ah setahun ke depan..akan sampaikah kita di pulau impian itu?? atau jangan2 kita akan tenggelam bersama di tengah lautan yang luas itu..huh..yang pasti perencanaan telah dibuat..kini waktunya berusaha, menjaga kapal tetap berjalan, perlahan tapi pasti..terkoordinir dan terorganisasi, dengan awak2 kapal yang terlatih dan bertanggung jawab pada tugasnya masing-masing..dengan keyakinan bahwa Allah akan selalu bersama orang-orang yang sedang menempuh jalanNya, keyakinan bahwa Allah akan selalu memberi pertolongan pada hamba2Nya yang sedang menganggungkan namaNya, yah setahun ke depan..semoga kita bersama dapat sampai di pulau impian..

Permalink Leave a Comment

URC, rutinitasku setaun ke depan

March 6, 2008 at 2:27 pm (pelajaran hari ini)

tak ada di agenda saya untuk kembali masuk SALAM lagi taun ini, namun apa daya..Allah menentukan lain..jadwal kuliah saya sangat tidak pas untuk dipakai kerja keras banting tulang mencari sekarung nasi.. untuk ngajar saja tak ada waktu yang pas..huuuuh..karir saya semester ini mati..

Dia memang MahaTau, dia tau kalau saya akhir2 ini sedang dilanda virus futur, dicelupkan kembalilah saya pada komunitas ‘hijau’ itu..ampuh sih, emang lingkungan itu begitu memberikan pengaruh, futur saya mulai terobati dengan mulai sibuknya kegiatan URC, masih kegiatan awal tahun..kenalan dengan orang baru, buat visi misi, buat proker..lumayan lah latian buat skripsi nanti..

tadi, kita syuro bersama, untuk hari pertama saya merasa sreg dengan mereka, hmmh..sepertinya mereka asyik..tapi entahlah..jangan menilai orang hanya dari kesan pertama, walau kesan pertama tak jarang mencerminkan keseluruhan orang itu..

yang pasti dengan mereka, saya berharap dapat menjalankan amanah di URC, dan bersama2 mencapai ‘kematangan’ dalam segala hal..

salam kenal kawan, semuga kita tidak hanya menjadi patner ‘kerja’ saja, tapi bisa lebih dari itu..persahabatan dan persaudaraan abadi karena Allah.. yayah, nurul, wahyu, retno..salam kenal yah..Satukan Hati Satukan Barisan!!SMANGAT!!!

Permalink Leave a Comment

Bintang Kabisat itu..

March 5, 2008 at 4:37 am (pelajaran hari ini)

ehm..saya melihat gadis manis berjilbab hitam di sampingnya..walaupun terhalang, tapi saya yakin dia orangnya..

mengapa dada ini sesak melihatnya? saya masih belum ikhlas rupanya. oh Allah jalan ini telah kupilih, tapi rasa itu masih ada, saya tak bisa menghilangkannya, menghilangkannya bersih sampai ke akar, masih tersisa,.

seperti gunung es, yang muncul dari permukaan laut. memang hanya sedikit yang tampak, tapi didalamnya, dibalik itu semua, jika kau selami ke balik permukaan laut, kau akan melihat gunung es yang kokoh menghujam dasar laut, rasa itu masih kokoh..susah mencabutnya..perlu berapa besar tenaga untuk meluluhkan es yang telah menjadi gunung itu, tapi aku telah berjanji padaMu..aku akan bertahan walau ini sulit..aku akan bertahan walau itu pahit..

Permalink Leave a Comment

Next page »