Teman, di antara tangis dan tawa

March 14, 2008 at 2:58 am (pelajaran hari ini)

Tujuh buku hasil ‘pergulatan’ saya di Islamic Bookfair hari minggu lalu memang menggoda untuk dibaca. Menjelang UTS seperti ini alangkah baiknya jika saya membaca buku kuliah, tapi justru buku2 dari senayan itu yang saya pilih. Buku2 itu seolah melambaikan tangannya, lalu merajuk meminta untuk dibaca, mereka memang manja!! akhirnya “99 Ideas for Happy Mom” yang saya ambil terlebih dahulu, dan saya pun mulai membacanya.

Sepi yah, biar sedikit rame..play, lagu2 The Panas Dalam pun terlantun..agak tidak nyambung memang..perpaduan yang tidak wajar antara judul buku yang saya baca dengan iringin lagunya..Bab demi bab..lagu demi lagu..

FAMILY PICTURE, teman2nya, YOU ARE SO SPECIAL, Rintihan Kuntilanak, THE CHOOSEN ONE, Maling Kondang, EXTREME CHANGE , In Memorial, SEND ME AN ANGEL, Kemaleman Uber Ules, IN BETWEEN, Jane, NAMES, Tragedi, FIRST WORDS, Tong Gandeng, FIRST LESSON, Batman, LIKE MOTHER LIKE DAUGHTER, Mutiara Bangga, FREE TO DECIDE, Belajar Berhitung, BROADING SCHOOL, Resiko, STRANGER, Ayo, GRADUATION DAY, Kita, I LOVE YOU, MOM!, Kemana, I ALWAYS BE THERE FOR YOU, HONEY!, Phedhopile…

Ah saya semakin tidak wajar!!! Matikan!!! Saya tidak kuat, saya tidak bisa berkonsentrasi, lagu2nya terlalu konyol, terlalu ngocol.. sesuatu yang ‘beda’ memang tidak bisa dipaksakan untuk bersama yah, haha..(iya kan Nda?? Hihihi..)Sepi kembali, saya memilih terhanyut dengan “99 Ideas for Happy Mom” ketimbang The Panas Dalam, maklum sudah malam, cari suasana yang pas, dalam keheningan sajalah..

Bagus juga nih buku, patut diabadikan sampai saya menjadi MOM kelak, patut dipraktekan saat saya berkeluarga nanti, ah jadi pengen cepet2 punya anak..he2..(gawat saya mulai terobsesi!!)..Sudahlah, saya hanya ingin bercerita tentang sebuah kalimat dalam buku itu yang kemudian membuat saya sedikit bepikir, berpikir di malam hari, lewat dari jam tidur saya, tidak biasa memang.. (jam tidur saya adalah jam 9 malam), begini kalimatnya..

Temanmu adalah orang yang selalu berhasil membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu selalu tertawa (Hikmah dalam Ashriyah, 2007).

Hmmh, apa maksudnya ini? Teman adalah orang yang selalu berhasil membuat saya menangis?? Bukan orang yang selalu membuat saya tertawa?? Lho??! Koq seperti itu?? Lalu gogleV+, genksha(ah kenapa kita mengakui istilah menjijikan ini??ade beruuuk!!!!), nekaporaers, ucil, tikul, nila, teman2 yang selalu tertawa tiwi bersama itu disebut apa jika bukan teman?

Hmmh..mereka pernah berhasil membuat saya menangis tidak ya? sebentar saya ingat2..

Oh, yah..saya mengerti apa maksud kalimat itu. Saya teringat, tragedy busa (inget ga tha??), saya menangis karena tragedy itu, kamu juga, genksha lainnya juga, mereka berhasil membuat saya menangis!!! atau yang lain lagi saya teringat tragedy ‘kamis’ di depan kelas 2-7, air mata saya deras memancar, tak kalah dengan derasnya hujan yang turun kala itu, (vi2, babeh mirza, kalian ingat??)..mereka menyerang saya, menghardik, lebih sakit dari pada pukulan yang tertuju pada ulu hati, lebih perih dari pada telapak kaki yang melepuh saat TC, mereka, teman2 saya berhasil membuat saya menangis!! Laen lagi dengan kang ne, di bawah tangga AMK, saya juga menangis karenanya, begitu pula dengan gogle V+, yunda..kamu telah membuat saya menangis saat saya bercerita tentang laki2 dari kukel itu, ye2 kamu juga bisa membuat saya menangis dengan petuah darimu, nu2 juga dengan kata2 menghentaknya, dengan kata2 ‘makanya, blablabla..’..kalian selalu berhasil membuat saya menangis..(hanya berkaca-kaca saja di depan gogle V +, biasanya nangisnya di rumah..)..

Teman2 saya itu, mereka bisa menelanjangi saya dan memperlihatkan kesalahan yang saya buat, memberitahukan keburukan saya, menyadarkan, membuat saya mengerti, membuat saya paham bahwa saya telah melakukan kesalahan, mereka tidak ingin saya terjerumus, lalu dengan keketusannya, mereka memberi saya kritikan pedas!! menyakitkan!! Membuat saya menangis saat itu, deras!! Sakit memang, tapi yang mereka lakukan itu adalah benar. Saya memang seringkali tidak menyadari apa yang saya lakukan, teman-teman saya, merekalah yang menjadi cermin, memperlihatkan apa yang saya lakukan selama ini, kesalahan-kesalahan saya, kebusukan-kebusukan saya, memperingatkan saya, lalu saya pun akhirnya berubah karenanya..karena mereka. Itulah bentuk cinta mereka, dengan membuat saya menangis saat itu, saya dapat tertawa di kemudian hari..

Hmmhh..saya akhirnya mengerti, saya sepakat dengan kalimat di atas tadi, teman memang orang yang selalu berhasil membuat saya menangis, menangis untuk menyadarkan, menangis untuk perubahan, perubahan yang lebih baik. Namun, saya sedikit ingin mengoreksi, jika dalam kalimat di atas dikatakan orang yang selalu bisa membuatmu tertawa bukanlah teman, menurut saya tidak seperti itu. Lebih tepatnya, teman adalah orang yang selalu berhasil membuat saya menangis, sekaligus selalu berhasil membuat saya tertawa. Mereka, teman-teman saya berhasil dalam keduanya..teman-teman..terima kasih yah..terima kasih atas tangis dan tawanya..aku menyayangi kalian semua, menyayangi kalian karena Allah..

Permalink Leave a Comment