neisya soalita..hmmh..

March 21, 2008 at 12:39 pm (pelajaran hari ini)

Tadi, setelah ada upgrade kecil2an di yasmin, saya bertemu dengan teman smp saya di mesra. agak ragu sih ketika saya hendak menyapanya, dia berubah, mengenakan jilbab panjang, dulu tidak berjilbab. ternyata benar dia, kami pun bercengkrama, saya memuji perubahannya, dia terlihat cantik.. dia pun mengaku tidak menyangka saya telah berjilbab panjang juga..ah kami bercerita tentang banyak hal, tentang alasan berhijrah, tentang kegiatan yang kita lakukan, banyak hal. Dulu, saya dan dia biasa saja, tidak begitu dekat, hanya teman sekelas saja. Tapi tadi saya merasa begitu dekat dengannya, mungkin karena merasa sama2 telah berubah, hmmh..tadinya saya hendak pulang langsung, namun saya memutuskan untuk menundanya, kami pun makan bersama di sekitar mesra. .

neisya memang berubah, berbeda dengan bayangan saya, bayangan di kepala saya saat dia smp dulu. jilbab panjang telah merubahnya, begitu lembut, begitu hangat, begitu muslimah, seperti itulah seharusnya. hmmh..berbeda dengan saya yah, saya merasa masih begini2 saja, masih seperti dulu yang begajulan, melihatnya saya merasa malu, saya harus menjilbabi hati saya lebih rapat lagi, saya merasa baru menjilbabi fisik saja. bersyukur saya bertemu dengannya, bertemu dengan neisya, saya senang sekali hari ini

neisya, kapan2 kita maen yuks..kutunggu janjimu maen ke UI, smangat skripsinya.. salam untuk teh ami dan anak2 teknik industri IPB yah…

Permalink 4 Comments

Darmaga dan kepanikan di malam hari

March 21, 2008 at 12:22 pm (pelajaran hari ini)

selasa kemarin, sedari pagi saya memang sudah berencana untuk pergi ke darmaga, ke kosan Okta. Hendak mengembalikan buku yang saya pinjam, memberikan sesuatu yang ’spesial’ untuknya sekaligus untuk pacarnya, juga untuk mendengarkan cerita terbaru tentang dirinya. Dengan segala ‘perkakas’ yang telah saya bawa itu, saya pun pergi ke kampus terlebih dahulu, (kapan saya pengsiun dari rutinitas ini?), dan berharap hari ini segera berlalu agar saya dapat meluncur ke darmaga.

Sampai stasiun Bogor, hujan begitu derasnya, menggunyur, membanjiri jalanan didaerah situ. Sekilas saya melihat teman SMA saat sedang makan bubur di dekat stasiun, ternyata benar dia, setelah dia berteriak memanggil nama saya dengan cemprengnya saya yakin irtu dia. kami pun berbincang-bincang, topik demi topik terus bergulir, sampai kemudian saya teringat untuk pergi ke Darmaga. Hujan masih deras, namun saya pamit pada mereka. saat hendak pergi, saya mencari2 payung hijau yang selalu setia menemani saya kala hujan, namun payung tersebut tak saya temukan. hmmh..saya lupa, saya belum melipatnya setelah kemarin payung itu saya gunakan.

saya pun membeli payung 10 ribuan di stasiun. Ck..harga memang menentukan kualitas, payungnya begitu rapuh. Tapi tak apalah..

perjalanan stasiun darmaga terasa begitu lama. Bukan macet atau jarak perjalanan yang harus ditempuh jauh, hanya karena ngetem. ARGH!!! lama banget!!! Jam berapa saya sampai darmaga? Jam berapa saya akan sampai rumah!! Sabar..sabar..

Malam, akhirnya sampai tempat tujuan. Darmaga malam hari memang menyeramkan, sepi, mungkin karena hujan. hanya sedikit mahasiswa yang berkeliaran malam itu, berkeliaran dengan payungnya. Yang tampak hanyalah kendaraan berlalu lalang saja.

tempat kos Okta, agak2 jauh dari jalan, dan saya tidak mau berjalan kesana sendirian, karenanya saya meminta Okta menjemput saya di depan jalan menuju kosannya. Berdiri, dengan payung baru, di pinggir jalan, hujan, kedinginan, menunggu, sepi, gelap, dan sendiri, sungguh lengkap.

Tiba2 saya terkagetkan oleh suara hantaman dari sebelah kanan saya, jauh disana, di depan BNI. samar-samar terlihat motor terguling dan orang terkapar. Entah apa yang mendorong saya, saya segera berlari ke sana, menghampiri. Seorang mba2, dia terkapar. Lalu orang-orang yang kebetulan berada di TKP membopongnya ke selasar BNI.

Kami semua panik, tampak luar saya melihat mba itu tak apa2, tak ada luka. Namun dia sepertinya begitu kaget dengan kejadian tadi, dia menggigil, memejamkan mata, dan terus memegang kepalanya.

Pria 1: gimana nih?

Pria 2: duh gw ga tau

saya: mba2…bisa bangun ga?

Pria 1: kita bawa ke dokter aja

saya: iya2..takut ada luka dalem

pria 2: pake apa? motor aja..

pria 1: jangan, jangan pake motor, gimana bawanya?

saya: emang dokter di sekitar sini dimana?

pria 1: ada, deket situ, deket banget kok..

saya: kl jalan aja bisa?

pria 1: bisa..

saya: yah udah bopong aja kalo gitu..

pria 2: lumayan kalau di bopong, naek angkot aja, gw cari angkot yah..

kami bergegas, dua pria tadi membopongnya, bersama pria-pria lain yang ada di situ. saya tidak ikut membopongnya, saya hanya membawa tas dan sepatu mba2 tadi. kami semua naik ke angkot yang diberhentikan pria 2.

sampai di dokter..

sementara mba2 tadi ditangani dokter..

saya, pria 1 dan pria 2, sibuk menggeledah tas mba2 tadi, mencari tau identitasnya. Maafkan kami karena menggeladeah tanpa izin. Siti Nurbayanah namanya, kita pun membuka2 HPnya, karena bingung harus menghubungi siapa. tak lama dokter keluar, dia memberikan nomor telp asrama tempat mba2 tadi tinggal, dan meminta kami menghubungi nomor tersebut. Lalu pria 1 pun menelpon nomor tersebut.

pria 2: mba temennya mba yang tadi?

saya: bukan, saya ga kenal, tadi saya lagi di TKP

pria 2: maba, saya ga nabrak kan mba? mba liat kan?

saya: ga keliatan, saya agak jauh tadi, cuma ngedenger suaranya aja, emang ceritanya gimana?

pria2 : iya, saya lagi naek motor trus tiba2 ada orang nyebrang, sebelumnya saya ga ngeliat dia nyebrang karena bajunya gelap, dari pada nabrak dia, saya jatuhin motor saya..

saya: oh suara yang keras itu lo yang jatoh, kirain itu yang ringsek tadi motor si mba yang di dalem..

pria 2: bukan itu motor saya

pria satu berkenalan dengan pria 2

pria 1: (nama), KPM 43

pria 2: (nama), manajemen 42

saya: hehehe..bukan anak sini

lalu sms pun masuk ke hp saya

Okta: Ulan dimana? gw udh di depan BNi

wah, teh Okta..saya melupakannya..

saya pun segera pamitan pada kedua pria tadi, ah sebel bodohnya ga minta nomor mereka.. saya jadi penasaran hasil diagnosis dokternya gimana..

..insightnya:

1. nyetir motor jangan ngebut2

2. kl malem usahain pake baju yang glow in the dark, hahaha..emang ada?

3. tanya nama dan nomor siapun di TKP yang terkait, biar ga penasaran kaya sekarang

4. kayanya saya harus menyantumkan nomor yang harus dihubungi dalam dompet khawatir terjadi apa2 sama saya..

sesampainya di depan BNI, hehehe..Okta tampak lusuh..untung dia ditemenin ama pacarnya..

teh okta mengingatkan, ‘La, lo kan belum sholat magrib..’

hoah, iya2..td terjebak di angkot..

kami, saya, Okta dan dani pun segera bergerak ke kosan teh okta..

setah ishoma dan ketawa ketiwi, cerita sana cerita sini, saya pun memutuskan untuk pulang..

hmmh..namun hujan masih mengguyur darmaga..teh okta pun menyarankan saya untuk menginap saja di kosannya..

emang males pulang sih, ujan, becek, ga ada ojek..

saya pun bermalam di sana..

subuh2 sehabis sholat subuh langsung pulang deh..

sepi sekali tampak tak ada kehidupan..banyak kodok pula, takut juga jalan sendiri..

tapi pagi itu segar sekali, ingin diam disana sampai saya melihat matahari sebenarnya, tapi saya harus ke kampus..ah segera pulang ke rumah, lalu pergi lagi ke kampus..

kejadian semalam memang berkesan..

Permalink Leave a Comment