dengan alasan cinta

June 12, 2008 at 4:45 am ("artikel")

Seperti mendapat serangan sebelum fajar, subuh2 buta, maksud saya malam-malam buta, sekitar dua minggu yang lalu, keluarga saya mendapat ‘anggota’ baru. Jangan bayangkan salah satu diantara kami ada yang melahirkan dan mempersembahkan bayi mungil sebagai anggota baru yang saya maksudkan di atas. Tidak mungkin kan bapak dan kakak saya (pria) melahirkan? apalagi saya, bagaimana mungkin, membaca saja saya sulit, he2. Anda tau siapakah anggota baru tersebut? dia adalah ‘pacar’ kakak saya, yang pada malam itu diusir dari rumahnya karena tidak mendapat restu dari keluarganya untuk berpacaran dengan kakak saya, mereka beda agama. Mulai hari itu, terasinglah pacar kakak saya itu dengan keluarganya, hancurlah hubungan kekerabatan mereka, terkucilah dia, dianggapnya keluar dari keluarga, membantah, mencoreng nama keluarga. Dan mulai hari itu juga dia tinggal bersama kami, bersama saya, kakak saya, dan bapak saya. lalu saya pun mencoba memposisikan diri saya sebagai pacar kakak saya itu. Jauh dari keluarga, dipecat sebagai anggota keluarga, diusir, tidak diakui, betapa nelangsanya jika itu terjadi pada saya, akankah saya tetap bertahan dalam kondisi seperti itu? saya rasa jawabannya tidak. saya pasti memilih keluarga saya, saya pasti memilih agama saya.

Ada lagi kasus yang lain, suami istri yang sudah menikah, ya iyalah, masa ya iya donk, he2..namanya juga suami istri yah pasti sudah menikahlah yah, masa menikah donk yah. ah kenapa saya jadi ketularan bocah2 sepupu. kecil2 sudah bisa mempengaruhi, gimana udah gede? Balik lagi ke suami istri tadi, si istri meski sudah resmi berstatus sebagai istri tidak mulus juga jalan hidupnya, dia dimusuhi mertua, secara tidak langsung sebenarnya dia ditolak oleh mertuanya, tiap hari dijadikan kambing hitam, rumah yang seharusnya memberi kenyamanan justru memberikan kecaman bagi sang istri, istri tadi disalahkan, dihina-hina, difitnah, makan hati..makan hati..

Ada yang lain lagi, beruntung agama mereka sama, orangtua pun menyetujui, namun pasangannya itu posesif sekali, kecemburuan mencapai tingkatan tertinggi!!! apapun dicurigai, memiliki pasangan tak beda seperti memiliki polisi,diintrograsi melulu! kalo kata pak RT, 2X 24 jam harap lapor, nah yang ini tiap kali hembusan nafas wajib lapor, atau……… DOAR!!!!!! Dererererered!!

Selanjutnya, yang tidak kalah ‘beruntungnya’ adalah pasangan yang bertengkar melulu, dua belah pihak sama2 kuat, dua belah pihak sama-sama tidak mau mengalah, dua belah pihak sama2 ngotot, bertemu berantem, ga bertemu berantem juga, mungkin dalam mimpi pun berantem. Jangan harap mendapat ketentraman deh.. suasana seperti medan perang begitu…

Adalagi pasangan yang ganjil, maksud saya cinta segitiga, hehehe..maksa ya? maaf2, memang terkadang ada kondisi2 tertentu dimana kita perlu memaksakan sesuatu, hi. sampe mana tadi? maaf saya mudah ter-distruct, cinta segitiga ya? iya. apa untungnya coba seagama, restu dari mertua, pasangan pengertian dan tidak cemburuan ditambah hubungan harmonis tak pernah bertengkar, tapi itu semua hanyalah ilusi karena dibalik itu anda di selingkuhi, hahahah…mau?

Lalu, yang agak sedikit berbeda, pasangan yang terlalu manja, awalnya sih suka, lucu aja, lama-lama muak, nyusahin yah, koq jadi seperti pagar makan tanaman..bukan denk, tanaman memakan pagar, hmh..

belum selesai sampai situ, yang paling saya tidak habis pikir adalah pasangan yang menjadi korban KDRT, sudah rusak badannya, ditendang, dipukul, dilempari, tak hanya memar, tak hanya luka, nyawa hampir lepas karenanya. bayangkan,dia hanya dijadikan OBJEK pemuas birahi saja!!! dia tak hanya sedih, tak hanya menangis, meraung sudah, sampai habis suara memohon ampun, sampai habis tenaga meminta belah kasihan, tapi apa? tapi mereka tetap bertahan, mereka tetap diam, mereka tetap mengalah, tetap rela, dengan alasan cinta. APA?? DENGAN ALASAN CINTA??? ah, cinta seperti apa itu??!! bisanya hanya menyakiti saja!!! bodoh!!!

banyak itu terjadi, tidak hanya satu dua orang yang mengalaminya, jika kau telusuri seperti layaknya kacang goreng saja, tidak..tidak..maksud saya, seperti sampah saja* dan mereka pun tetap bertahan, lagi2 dengan alasan cinta

*(kacang goreng sama sampah sepertinya lebih banyak sampah)

DOENGGG (tanda tanya banyak sekali)…bingung kan kenapa seperti itu???? sama dounk…

aduhai indahnya bercinta berbeda agama

aduhai indahnya bercinta ditolak mertua

aduhai indahnya bercinta cemburu selalu

aduhai indahnya bercinta bertengkar melulu

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

aduhai indahnya bercinta segitiga cintanya

aduhai indahnya bercinta miskin kekasihnya

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

aduhai indahnya bercinta manja kekasihnya

aduhai indahnya bercinta playboy kekasihnya

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan? (the pandal)

4 Comments

  1. uS2 said,

    ati2 lho…ntar klo situ kjadian mo blg ap???nah lho…

  2. ulanrahayu said,

    iya2, makanya gw nulis gitu, buat ngingetin diri sendiri, kl gw mengalami kejadian ky gitu harus bersikap apa, kl kapan2 gw curhat dan ternyata mengalami kejadian seperti itu, ingetin gw yah. btw ini siapa yah? makasih lho commentnya. salam kenal.. ^^

  3. thelittleaboutme said,

    salam kenal…
    tulisannya menarik, cinta -dalam segala macam bentuknya- memang rumit
    :-)

  4. ulanrahayu said,

    salam kenal juga ^^

Post a Comment