lalu siklus hidup seperti apa?
lg browsing foto2 keren nih..
lalu terdamparlah sy di sebuah blog milik seorang ibu muda beranak satu. ia tinggal di belanda, blognya dipenuhi beragam foto, keren2 fotonya…terharu!
selain kekaguman sy akan foto2 dalam blog itu, saya pun kemudian kagum dengan negeri penjajah itu, keren tempatnya, apa efek fotonya aja?
yah, tak pentinglah itu. entah kenapa sy justru kemudian memikirkan tentang siklus hidup. memikirkan ibu muda itu, mungkin dia sedang menikmati kebahagiaan yang sangat amat, tampak dari foto2nya yang selalu sumringah. entah kenapa juga sy langsung membayangkan foto2 ibu muda tersebut pada beberapa taun berikutnya. Dia mulai menua, mungkin anaknya mulai bertambah, tidak hanya satu. muka mulai keriput, atau bahkan gambaran lain saat mengasuh cucu, kini si ibu itu memakai kacamata dan badannya mulai sedikit melebar, tidak selangsing saat muda lagi.
kemudian, pikiran saya pun dengan segera berganti pada orang2 disekitar saya. saya memikirkan orang tua saya, teman2, saudara2, dan orang2 lainnya yang saya kenal. yah, siklus hidup, itulah yang lagi2 muncul dalam benak saya. lalu saya kembali memikirkan orang2 disekeliling saya, mencoba membandingkan semuanya. ada pola yang khas yang dapat saya rekam. terlahir, kemudian disekolahkan, setelah lulus mencari kerja, dapet uang banyak, berkeluarga, membahagiakan keluarga dan orang tua, membantu sekitar, menua, meninggalkan dunia. yah polanya seperti itu.
dan entah mengapa juga, kemudian saya merasa ada yang kurang dengan pola tersebut. merasa kurang sreg aja. apakah manusia diciptakan hanya untuk masuk dan berputar sesuai siklus hidup seperti itu?? gamang nih jadinya, terlalu simpel, terlalu remeh kayaknya.
mungkin kegamangan tersebut muncul karena dalam waktu yg sama ada sebuah kata yang juga berkeliaran di pikiran saya. hamba, yah kata tersebut adalah ‘hamba’. memikirkan kata ‘hamba’ yang tergambar adalah kepatuhan yang sangat amat, sungkem, nurut, budak, rendah, pengorbanan besar, berjuang untuk patuh, mengiyakan, sujud, menahan keinginan diri, berserah diri, pasrah mengikuti komando, takut.
visualisasi dari kata hamba tersebutlah yang akhirnya membuat saya gamang ketika berpikir tentang siklus hidup tadi. lahir, kemudian disekolahkan, setelah lulus mencari kerja, dapet uang banyak, berkeluarga, membahagiakan keluarga dan orang tua, membantu sekitar, menua, meninggalkan dunia.
pola ini terlalu sederhana, terlalu datar, tidak ada sentuhan kehambaannya, manusia itu hamba, dan seharusnya seorang hamba hidup di dunia ini alurnya tidak sesederhana itu. ada yang mengganjal dalam diri saya jika hidup saya kemudian ditujukan untuk membahagiakan sekitar, orang tua, teman2, atau mungkin masyarakat. mana sisi penghambaaannya??? tugas saya sekarang berarti mencari siklus hidup yang berbeda dengan kebanyakan orang, membahagiakan orang disekitar? bukan, itu belum mencerminkan penghambaan terhadap Allah. saya harus mencari siklus hidup sy. biarlah ini jd PR, lain kali jika sy telah menemukan siklus tersebut, mungkin akan sy ceritakan lagi. lalu, siklus seperti apa yg akan menjadi siklus hidup saya??