hr ini

January 31, 2009 at 1:56 pm (tidak terdefinisi a.k.a. zona abu2)

dengan map plastik merah, juga seragam yang kebesaran, menggatung dalam bis yang sesekali berhenti mendadak, ku jalankan kaki ini menyambagi pria kecil di ujung jalan sana.
siap dengan tumpukan buku, dengan mata yang menyala penuh semangat, membuatku semangat juga. tiga jam berlalu, derak tawa tak henti-hentinya, meragukan apakah hari ini ada hadiah libur sekolah atau tidak, menanyakan apakah hari ini ada penjualan jajanan ato tidak.

tak terasa, pukul 12 hampir  tiba, sang cinderella pun harus rela meninggal kan pria cilik itu.

pergilah aku dengan rengekannya, “esok hari datang lagi ya..”.

senangku menggodanya, kubilang..”lihat nanti dik..”
lalu ku bergegas ke agenda selanjutnya, mencari pusat pertokoan, yang ku sendiri belum pernah menjejakan kakiku disana. waktuku tinggal sedikit, sial, angkutan yang kunaiki berhenti total. kata supir tua, ada tamu ke polsek, hingga pintu jalan dikosongkan. supir tua menambahkan sambil bersungut,”paling tamunya masih tidur dirumah”..entahlah..yang pasti kuingin segera sampai..kuingin segera sampai..

Permalink Leave a Comment

HOOOAAAAH…

January 29, 2009 at 6:58 am ("nyastra")

terdengar suara gemerisik hujan

merayuku..

meninabobokan..

membuatku terhanyut dalam kantuk yang hebat

menjadikan kesadaranku hilang perlahan

lalu membawaku ke langit penuh bintang

angin dingin pun turut menggoda

menyelinap dari sela-sela atap

dingin menelusuk hingga tulang

membuat tubuhku menggigil dan bergetar

hingga serta merta selimut pun ku peluk erat

seakan tak rela kumelepasnya

inginku diam

kaku

tak bergerak

meringkuk bersama selimutku

karena dia telah berkata akan menemaniku dikala hujan

dia juga berjanji akan lindungiku saat angin datang

tentulah aku percaya pada selimutku

karena dia..

merayuku..

dia meninabobokanku..

dia membuatku terhanyut dalam kantuk yang sangat hebat

menjadikan kesadaranku hilang dengan perlahan-lahan

lalu membawaku melayang terbang kesana ke langit penuh bintang

Hai orang yang berselimut

Bangunlah,lalu berilah peringatan

Dan Tuhanmu agungkanlah

Dan pakaianmu bersihkanlah

Dan perbuatan dosa tinggalkanlah

Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud ) memperoleh (balasan) yang lebih banyak

Dan kepada Tuhanmu bersabarlah (74:1-7)

karenaMu, aku pun segera bergerak

melawan kantuk

menanggalkan selimutku

karenaMu, aku pun segera beranjak

melawan angin dingin lalu menerobos hujan!!!!!

sembari berteriak “HEI SETAN-SETAN PERGI KALIAN!!!!!

Permalink Leave a Comment

dimana???

January 29, 2009 at 6:52 am ("nyastra")

Hai mujahid muda maju kehadapan

sibakkan penghalang satukan tujuan

kibarkan panji Islam dalam satu barisan

bersama berjuang kita junjung keadilan

jangan timbang ragu tetaplah melaju

hapus bayang semu dilubuk hatimu

bergerak ke depan bagai gelombang samudra

retakkan tirani runtuhkan angkara murka

majulah wahai mujahid muda

dalam satu cita tegak keadilan

singkirkan batas satukan kata

kebangkitan Islam telah datang (Izzatul Islam)

DIMANA KAUM MUSLIMIN????

DIMANA TENTARA MUSLIM???

DIMANA MUJAHID MUDA ITU??

APAKAH KALIAN SIBUK DENGAN KESOMBONGAN JAHILIYAH???

SIBUK MENGAGUNG-AGUNGKAN GOLONGAN SENDIRI???

MERASA DIRI LEBIH DARI YANG LAIN??

KALAU BEGITU KALIAN ANGKUH!!! KALIAN SOMBONG!!!!

DIMANA WAHAI KALIAN YANG MENGAKU MUSLIM??

APAKAH KALIAN TETAP SIBUK DENGAN MEMBANGGA-BANGGAKAN DIRI??

SEMENTARA DARAH TERUS MENGALIR DISANA!!!

SEMENTARA SEMAKIN BANYAK ROH BAYI TAK BERDOSA TERPISAH DARI JASADNYA!!!!

DIMANA KALIAN WAHAI MUJAHID MUDA???

DIMANA LAJU BAGAI GELOMBANG SAMUDRA ITU??

DIMANA BARISAN BERKIBARKAN PANJI ISLAM ITU??

DIMANA SATU CITA ITU??

DIMANA SATU KATA ITU??

DIMANA KALIAN WAHAI MUJAHID MUDA???

SAUDARA-SAUDARAMU BERTERIAK MEMINTA PERTOLONGAN..

“MANA SAUDARAKU KAUM MUSLIM??”

“MANA SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN??”

DIMANA KALIAN WAHAI MUJAHID MUDA???

TAK TAKUTKAH ENGKAU KETIKA NANTI DIHARI KIAMAT DIPERTANYAKAN

“KEMANA KALIAN KETIKA SAUDARAMU MERINTIH MEMINTA PERTOLONGAN?”

“manaaaaa…saudaraku??”

“mana..saudaraku..kaum muslimin??”

“dimana saudaraku??”

“dimana saudaraku pengikut Muhammad SAW???”

“Ya Rosululloh, aku telah meminta tolong pada saudaraku, aku telah meminta tolong pada semua saudaraku, tapi tak ada yang datang, tak ada yang mendengar, mereka hanya sibuk dengan golongannya masing-masing”

- nyindir diri sendiri-

Permalink Leave a Comment

disini..

January 22, 2009 at 8:26 am ("nyastra")

tersampailah aku disini

setelah berhasil kuhancurkan harapan masa lalu

bahwa puncak segala daya adalah dirinya

yang kokoh berdiri dan meluluhkan

bahwa ujung segala upaya adalah dirimu

yang begitu bijaksana dan sangat menguatkan

bahwa seluruh impian adalah kamu

yang begitu hangat dan mampu memperlakukanku dengan sangat elegan

namun..

jika untuk mendapatkan ridhoNya harus ku korbankan harapan

jika untuk mendapatkan ridhoNya harus ku korbankan impian

dan jika untuk mendapatkan ridhoNya harus ku korbankan perasaan..

maka pasti kan kulakukan semuanya

dan sekarang..

tersampailah aku disini

dengan simpul kebahagiaan tertampak

disini..

terus berharap untuk mendapat ridhoNya

disini..

mengharap cinta yang kekal hanya dariNya, bukan darimu  ^^

disini..

tetap tangguh meski tanpamu

disini..

selalu tangguh meski tanpa kamu

dan..

inilah kemenanganku..

kuharap kau pun bisa begitu ^^

Permalink Leave a Comment