karena kau adalah sahabatku..

August 31, 2009 at 9:42 am (melacur:melakukan curhat)

jika anda memiliki suatu konsep yang ada anggap  benar, wajarkah jika anda ingin  orang-orang yang ada disekeliling anda memiliki konsep yang serupa dengan anda? jika anda merasa yakin dengan sesuatu karena kebaikannya wajarkah jika anda ingin orang-orang disekeliling anda merasakan kebaikan dari sesuatu tersebut? jika anda yakin ada sesuatu yang lebih baik wajarkan jika anda ingin memperkenalkannya pada sahabat anda?

jika saya, jika saya memandang sesuatu sebagai  benar, merasa yakin ini baik wajarkah jika saya ingin orang2 disekeliling saya khususnya sahabat saya ini berada dalam “sesuatu” yang sama? wajarkah jika saya sekedar ingin mengenalkan sesuatu yang saya anggap benar ini  kepadanya? wajarkah jika saya ingin sahabat saya mendengarkan? bukan untuk memaksa, bukan untuk menilai dia salah, bukan untuk mementahkan apa yang dia pegang, bukan untuk merasa diri paling benar, bukan untuk itu semua tapi karena saya menyayanginya.

saya hanya ingin didengarkan saya hanya ingin memberi penjelasan saya hanya ingin memperkenalkan.

setelah itu, jika apa yang saya anggap benar ternyata tidak kamu terima ya tak apa-apa, semua kembali pada dirimu, yang penting telah tersampaikan.

jika sahabat saya sendiri sudah tidak mau mendengarkan, wajarkah jika saya sedih??? dimana para sahabatku itu? yang kini pergi tak mau mendengarkanku sedikit pun, hanya mendengarkan, hanya mendengar penjelasan hanya itu   yang saya pinta, tak lebih dari itu. tak mungkin saya akan memaksakan konsep kebenaran menurut saya ke kamu. itu kehendak kamu, itu hidup kamu, saya paham betul itu.

masih berharap  dia mau mendengarkan setelah dia menyatakan tak mau mendengar apapun dari saya.

Permalink Leave a Comment

dia punya landasan helikopter

August 22, 2009 at 10:20 am (pelajaran hari ini)

deg2an, bukan karena sudah lama tak “berkata2″, mungkin itu juga sedikit  tapi lebih tepatnnya deg2an karena ini adalah perdana untuk saya mencoba “jalan” yang berbeda. ditambah, teman “berkata2″nya yang cerdas, saya suka teman yang cerdas, menantang.

berdasarkan pengalaman “berkata2″ terdahulu, teman2 yang cerdas lebih menampilkan pertahanan, bahkan menyerang, padahal temen sendiri lho, yang katanya begitu mengerti saya. dengan pengalmaan lalu tersebut, bayangan di kepala saya,  teman cerdas yang satu ini juga akan melakukan hal yang sama.

namun diluar dugaan, dia begitu lapang. ibaratkan sebuah lapangan,dia adaah lapangan luas  tanpa pepohonan yang bisa dijadikan sebagai tempat landas helikopter. dia tidak menghadir namun ia memikirkan. dia dia berprasangka melainkan mengkritisi. saya suka orang cerdas. cerdas dalam arti sesungguhnya. bukan cerdas yang hanya nampaknya saja. belum memikirkan sudah menghardik. belum mendengarkan sudah menuduh. belum merenungkan sudah menganggap salah. belum mencari bukti sudah memfitnah.

wahai dia yg memiliki landasan helikopter yang luas, tetaplah cerdas seperti yg sudah kau tunjukkan, saya selalu berdoa untukmu.

Permalink Leave a Comment