kemilau 10 hari terakhir

September 25, 2008 at 2:29 pm ("artikel")

banyak sekali yang mengingatkan saya, ‘lan..lan..jangan lupa yang sepuluh hari harus dikejar yah, banyakin ibadahnya, jarang2 lho dapet bonus banyak banget dari 4W1″. sampai sms dari teman2 pun memenuhi inbox hape saya, dengan isi yang kira2 serupa, maksimalkan ramadhan, khususnya di sepuluh hari terakhir. inilah  kemilau Lailatul Qodar.

alhamdulillah, saya senang sekali teman2 saya masih banyak yang mengingatkan. namun, yang saya kemudian pikirkan adalah banyak orang2 ayng saya kenal, bahkan saya sendiri termasuk, kemudian denagn kemilau lailatul qadar tersebut terbentuk menjadi makhluk pengejar 10 hari terakhir. maksudnya, saya baru semangat saat 10 hari terakhir ramadhan saja, yah setidaknya semangatnya lebih besar di 10 hari terakhir itu drpd 20 hari sebelumnya. padahal seharusnya dari hari pertama semangatnya kenceng juga, seharusnya dari awal maksimal juga. mungkin memang itulah karakter manusia, hanya mau bergerak ketika diiming2i oleh ‘hadiah’. lantas jika tak ada janji malam lailatul qadar itu, akankah 10 hari terakhir ramadhan kita tetap diisi dengan semangat membara untuk mencari ridha Allah?

saya sebenarnya khawatir dengan ajakan “maksimalkan ibadah di 10 hari terakhir ramadhan” ini. seperti halnya dulu2 seringkali orang2 diseru untuk memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan, karena banyak bonuslah, pahala berlipatlah, lalu yang terjadi adalah orang2 hanya beribadah di bulan ramadhan saja dan tidak pada bulan lainnya, saya sedikit khawatir nasib serupa akan terjadi dengan istilah ‘10 hari ramadhan terakhir’ ini, jangan2 nanti orang2 di bulan ramadhan hanya beribadah di 10 yang akhir aja dan tidak pada 20 hari awalnya.

ada baiknya semangat itu dikobarkan di setiap hari ramadhan juga, anggap saja mungkin lailatul qadar muncul pada tanggal2 awal, dan kita juga kan ga tau turunnya kapan, memang c katanya biasanya turun pada 10 hari terakhir, toh 4W1 kan Maha Kuasa. Dia, yang pasti berkuasa menurunkan lailatul Qadar di awal2 ramadhan, jadi jangan yang 10 hari terakhir ajalah ibadahnya, semua hari ramadhan donk..

buntut2nya, mencari ridha 4W1 itu, beribadah dengan maksimal itu, jangan di 10 hari terakhir ajalah tapi di seluruh ramadhan, jangan di bulan ramadhan aja, tapi di seluruh bulan..

intinya, maksimalkan penghambaan kita setiap hari, setiap detik, setiap hembusan nafas kita..

Permalink Leave a Comment

dengan alasan cinta

June 12, 2008 at 4:45 am ("artikel")

Seperti mendapat serangan sebelum fajar, subuh2 buta, maksud saya malam-malam buta, sekitar dua minggu yang lalu, keluarga saya mendapat ‘anggota’ baru. Jangan bayangkan salah satu diantara kami ada yang melahirkan dan mempersembahkan bayi mungil sebagai anggota baru yang saya maksudkan di atas. Tidak mungkin kan bapak dan kakak saya (pria) melahirkan? apalagi saya, bagaimana mungkin, membaca saja saya sulit, he2. Anda tau siapakah anggota baru tersebut? dia adalah ‘pacar’ kakak saya, yang pada malam itu diusir dari rumahnya karena tidak mendapat restu dari keluarganya untuk berpacaran dengan kakak saya, mereka beda agama. Mulai hari itu, terasinglah pacar kakak saya itu dengan keluarganya, hancurlah hubungan kekerabatan mereka, terkucilah dia, dianggapnya keluar dari keluarga, membantah, mencoreng nama keluarga. Dan mulai hari itu juga dia tinggal bersama kami, bersama saya, kakak saya, dan bapak saya. lalu saya pun mencoba memposisikan diri saya sebagai pacar kakak saya itu. Jauh dari keluarga, dipecat sebagai anggota keluarga, diusir, tidak diakui, betapa nelangsanya jika itu terjadi pada saya, akankah saya tetap bertahan dalam kondisi seperti itu? saya rasa jawabannya tidak. saya pasti memilih keluarga saya, saya pasti memilih agama saya.

Ada lagi kasus yang lain, suami istri yang sudah menikah, ya iyalah, masa ya iya donk, he2..namanya juga suami istri yah pasti sudah menikahlah yah, masa menikah donk yah. ah kenapa saya jadi ketularan bocah2 sepupu. kecil2 sudah bisa mempengaruhi, gimana udah gede? Balik lagi ke suami istri tadi, si istri meski sudah resmi berstatus sebagai istri tidak mulus juga jalan hidupnya, dia dimusuhi mertua, secara tidak langsung sebenarnya dia ditolak oleh mertuanya, tiap hari dijadikan kambing hitam, rumah yang seharusnya memberi kenyamanan justru memberikan kecaman bagi sang istri, istri tadi disalahkan, dihina-hina, difitnah, makan hati..makan hati..

Ada yang lain lagi, beruntung agama mereka sama, orangtua pun menyetujui, namun pasangannya itu posesif sekali, kecemburuan mencapai tingkatan tertinggi!!! apapun dicurigai, memiliki pasangan tak beda seperti memiliki polisi,diintrograsi melulu! kalo kata pak RT, 2X 24 jam harap lapor, nah yang ini tiap kali hembusan nafas wajib lapor, atau……… DOAR!!!!!! Dererererered!!

Selanjutnya, yang tidak kalah ‘beruntungnya’ adalah pasangan yang bertengkar melulu, dua belah pihak sama2 kuat, dua belah pihak sama-sama tidak mau mengalah, dua belah pihak sama2 ngotot, bertemu berantem, ga bertemu berantem juga, mungkin dalam mimpi pun berantem. Jangan harap mendapat ketentraman deh.. suasana seperti medan perang begitu…

Adalagi pasangan yang ganjil, maksud saya cinta segitiga, hehehe..maksa ya? maaf2, memang terkadang ada kondisi2 tertentu dimana kita perlu memaksakan sesuatu, hi. sampe mana tadi? maaf saya mudah ter-distruct, cinta segitiga ya? iya. apa untungnya coba seagama, restu dari mertua, pasangan pengertian dan tidak cemburuan ditambah hubungan harmonis tak pernah bertengkar, tapi itu semua hanyalah ilusi karena dibalik itu anda di selingkuhi, hahahah…mau?

Lalu, yang agak sedikit berbeda, pasangan yang terlalu manja, awalnya sih suka, lucu aja, lama-lama muak, nyusahin yah, koq jadi seperti pagar makan tanaman..bukan denk, tanaman memakan pagar, hmh..

belum selesai sampai situ, yang paling saya tidak habis pikir adalah pasangan yang menjadi korban KDRT, sudah rusak badannya, ditendang, dipukul, dilempari, tak hanya memar, tak hanya luka, nyawa hampir lepas karenanya. bayangkan,dia hanya dijadikan OBJEK pemuas birahi saja!!! dia tak hanya sedih, tak hanya menangis, meraung sudah, sampai habis suara memohon ampun, sampai habis tenaga meminta belah kasihan, tapi apa? tapi mereka tetap bertahan, mereka tetap diam, mereka tetap mengalah, tetap rela, dengan alasan cinta. APA?? DENGAN ALASAN CINTA??? ah, cinta seperti apa itu??!! bisanya hanya menyakiti saja!!! bodoh!!!

banyak itu terjadi, tidak hanya satu dua orang yang mengalaminya, jika kau telusuri seperti layaknya kacang goreng saja, tidak..tidak..maksud saya, seperti sampah saja* dan mereka pun tetap bertahan, lagi2 dengan alasan cinta

*(kacang goreng sama sampah sepertinya lebih banyak sampah)

DOENGGG (tanda tanya banyak sekali)…bingung kan kenapa seperti itu???? sama dounk…

aduhai indahnya bercinta berbeda agama

aduhai indahnya bercinta ditolak mertua

aduhai indahnya bercinta cemburu selalu

aduhai indahnya bercinta bertengkar melulu

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

aduhai indahnya bercinta segitiga cintanya

aduhai indahnya bercinta miskin kekasihnya

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

aduhai indahnya bercinta manja kekasihnya

aduhai indahnya bercinta playboy kekasihnya

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan?

bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan? (the pandal)

Permalink 4 Comments

kebenaran yang tidak memihak, seperti apa yah?

May 20, 2008 at 4:51 am ("artikel")

kebenaran itu tidak memihak

begitu kata iklan di tv, iklan koran baru gitulah..

memang sih yah, kalau saya bandingkan beberapa koran , pada wacana dan isu yang sama, isi tulisan yang membahas wacana dan isu tersebut memang bisa berbeda, misalnya Koran A lebih condong memihak pada subjek 1, Koran B justru membela subjek 2, dst. Namun apakah keberpihakan tersebut mencerminkan tidak benarnya atau tidak adanya kebenaran pada apa yang disampaikan koran tersebut? Apakah artinya jika ada suatu kasus, sikap netral terhadap kasus tersebutlah yang bisa dikatakan kebenaran? hmmh..menurut saya sih engga gitu yah. Kebenaran adalah keberpihakan, berpihak pada hal yang memang benar. jika ada kasus korupsi misalnya, orang yang memihak pada korban praktek korupsi itulah yang mencerminkan kebenaran, bukan orang yang memposisikan dirinya di tengah2 dan tidak berpihak pada korban maupun pelaku, mencari zona aman, tidak lantang menyerukan kebenaran yang ada, diam saja tak berbuat apa-apa, dan tidak bisa mengambil sikap. bukan pula orang yang justru berpihak pada pelaku korupsi tadi, membela pelaku, menyembunyikan keburukan pelaku, juga mengopinikan bahwa pelaku tidak bersalah.

saya sebenarnya bingung, kebenaran yang tidak memihak yang koran tersebut maksudkan itu seperti apa, bayangan saya koran tersebut hanya menyampaikan informasi dasar tanpa ada opini dari penulis, fakta-fakta netral saja mungkin yah? mungkin koran tersebut tidak akan mengarahkan fakta dan data yang diberikan, mereka membebaskan pembaca untuk membuat opini sendiri. kalau begitu isi tulisan dalam koran tersebut pendek-pendek donk yah? soalnya kan biasanya yang bikin panjang tulisan itu opini dari penulisnya, sikap penulis mengenai kejadian, mengenai wacana serta isu yang ada.

tunggu deh, jika memang apa yang dituliskan koran tersebut sama seperti kecurigaan saya sebelumnya, penulis hanya menyampaikan informasi “dasar” saja, yang menjadi pertanyaan saya berikutnya, emang bisa yah informasi disajikan murni objektif? bukankah setiap orang memiliki mesin interpretasi masing-masing yang membuat apa yang ditangkapnya tidak lagi objektif? ada sentuhan-setuhan personal dalam proses persepsi orang tersebut, pengalaman dari orang itu misalnya. jadi, mau ga mau fakta apapun yang sesungguhnya objektif bisa menjadi tidak objektif lagi setelah dipersepsikan oleh seseorang. fakta yang objektif tadi bisa menjadi tidak objektif ketika diproses oleh penulis artikel dalam koran tersebut, artinya, kebenaran yang menurut mereka tidak memihak tetap dikatakan memihak karena ada proses persepsi dan interpretasi dari penulis tadi, yang hasilnya dia tuangkan dalam tulisan di koran.

ah pusing, liat dulu deh korannya, seperti apa kebenaran tidak memihak yang mereka maksudkan itu, setelah itu baru kemudian beropini deh..

(bersambung setelah saya membaca koran dengan jargon yang unik itu yah)

Permalink Leave a Comment

Ayo merokok..hehehe.

May 20, 2008 at 4:31 am ("artikel")

“makanya ayo merokok”, begitu seruan dari teman yang konon katanya menghisap 1568 batang rokok/tahun, seruan untuk mengajak orang-orang lain merokok juga seperti dirinya, samalah seperti orang yang menyeru untuk mengaji dan berbuat kebaikan. dia pun tak lupa memberikan argumen betapa rokok itu menguntungkan, begini argumennya:

menurut gw keuntungan dari merokok :

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko
tersebut aktiflah merokok.

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang
membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok

3. Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal
dalam posisi merokok.

4. Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak
sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

5. Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa
tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.

7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju
berlubang kena api rokok.

8. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya )
sehingga seolah-olah berkabut.

9. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.

10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.

12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula
merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan ( bagi yg
lulus).

13. Untuk indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok.
Jadi yang merokok itu pasti orang sehat
.

14. Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat.
Apalagi ditambah merokok !

15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok

16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari

17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg
terikat dikursi…hahaha penderitaan itu pedih jendral..!!!

18. Film Koboy pasti lebih gaya kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil
ngupil susah betul.

19. Teman boker yg setia dan teman dekat di saat coding

20. Buat ngelobangin jawaban-2 Ebtanas.

21. Kata guru NF gw, merokok bisa bikin awet muda, Soalnya mati di saat muda, ga
pernah tua deh.
Fakta lain sekitar 30% orang meninggal didunia adalah perokok. 70%-nya bukan perokok. Maka merokoklah agar masuk ke gol. Yg lebih sedikit itu :) (kawakibi dalam www.kwqb.blogspot.com)

hehehe, begitulah argumennya. hmmh..banyak juga yah keuntungannya, gimana teman2 mulai tertarik untuk merokok??(bagi yang belum pernah merokok), atau mulai merasa bangga karena selama ini telah merokok??..kalo begitu mari merokok bersama, saya juga akan bergabung menjadi perokok seperti kalian (para maniak rokok), ucapkan selamat datang pada saya..hahahaha…(jari saya menyilang dibelakang)..

Baiklah, saya tidak akan menyangkal argumen2 tersebut, terserah dirimu saja, seperti kebebasan dalam beragama, terserah apapun yang kau yakinilah. tapi saya pun bebas untuk berpegang pada apa yang saya yakini, bukan begitu??? hmmm, kembali pada rokok, tak saya pungkiri saya pun pernah merokok, saat saya SMP dulu saya pernah menghisap sebatang rokok, tepatnya rokok milik bapak saya, dan dihadapan bapak saya pula(minta izin dulu pengen nyobain, dengan maksa2, klo ga dikasih nangis, hehehe..anak kecil banget yah..). Ga enak, ga berasa, udah mahal, dibakar, ga kenyang pula yah, mending makan cemilan laen. Itu kali pertama, kali kedua saya menghisap rokok saat SMA, bersama teman2 SMA, di puncak. Waktu kelas 1 saya sering cabut sekolah, pergi bareng temen2, sebagai remaja yang notabene suka mencoba hal-hal baru, teman-teman pun mulai menghisap rokok, saya pun mencobanya bersama mereka (slim), biasalah konformitas anak SMA, hahaha..(hati2 dengan konformitas, bisa bahaya nih). lagi2 pendapat saya tentang rokok yah itu, ga enak, ga berasa, udah mahal, dibakar, ga kenyang pula, mending makan cemilan yang laen dueh..

semenjak itu pula, saya melepaskan diri dari konformitas tak berguna itu, terserah deh kalian mu ngerokok ampe jungkir balik sono asal jangan deket2 aja..jauh2 sonoh!!! begitu pula yang saya katakan pada bapak dan kakak saya, mereka perokok parah, ngebul terus tiap saat, kaya aseupan aja (tau aseupan ga?? sejenis perkakas dapur yang terbuat dari anyaman bambu, yang kalo digunakan mengeluarkan asap, sama kan seperti perokok??), ampe bosen deh bilanginnya, cara baek2 ga mempan, ga baek2 apalagi, cuman bikin capek aja. alhasil, setiap mereka merokok di depan saya, saya selalu mengusir mereka dan menyuruh mereka pindah ke tempat terpencil(anak durhaka yah???hehehe). lagi bagi2 koq racun sih…

balik lagi ke argumen teman saya yang tadi, mari kita tilik argumen2nya..

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko
tersebut aktiflah merokok.

untuk point pertama, dari kata perokok sampai tanda koma saya masih setuju, perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. Banyak informasi yang mendukung point pertama tersebut (ingat: hanya sampai tanda koma), diantaranya:

a. asap utama VS asap sampingan

temen-teman udah pada tau kan bedanya asap utama dan asap sampingan pada rokok? asap utama itu asap yang dihirup dan dibuang oleh oknum perokok aktif (baca: bapak saya, kakak saya, teman saya penulis argumen di atas, dan teman-teman lain yang berprofesi sebagai perokok aktif). Sedangkan asap sampingan adalah asap hasil pembakaran ujung rokok yang langsung mengepul dan bisa terhirup oleh orang2 selain oknum perokok aktif tadi atau dengan kata lain asap sampingan itu bisa terhirup langsung oleh perokok pasif(baca: saya, ibu saya, teman2 saya yang tidak merokok, penumpang angkot dan penumpang kereta yang tidak berdosa, bayi dan anak-anak kecil yang begitu polos dengan sejuta harapan masa depannya, ibu2 hamil yang dengan kasih sayangnya dan dengan segala impiannya ingin melahirkan anak yang sehat dan cerdas untuk memajukan bangsa ini, juga orang-orang tua yang ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan badan yang fit tanpa ada penyakit, hahaha..maaf agak lebay, tapi emang begitu faktanya, kamilah para perokok pasif)

b. Kandungan zat yang terdapat dalam rokok

teman-teman juga pasti udah pada tau kalau rokok itu banyak banget mengandung zat berbahaya, benar kan? zat berbahaya ini bisa menyebakan kematian, tidak hanya itu saja, zat berbahaya yang terkandung dalam rokok juga dapat menyebabkan berbagai gangguan bagi kesehatan, seperti kanker saluran pernafasan, kanker laring, juga berbagai penyakit kardiovaskuler(Fausiah dan Widury, 2007). tak mengherankan mengapa hal demikian dapat terjadi, yah jelas saja, dari ribuan zat yang terdapat dalam rokok, 200 diantaranya beracun dan 43nya positif karsinogen(penyebab kanker), bahkan yang menghebohkan lagi zat dalam rokok digolongkan kedalam karsinogen A, seperti sekolah yang terakreditasi A, karsinogen A juga sudah teruji sebagai penyebab kanker yang baik sekali, bermutu, dan berkualitas, dia hebatlah sebagai karsinogen(Shani, 2007). jargon baru: rokok, karsinogen yang “baik”(baca dengan nada iklan provider baru:axi*)

c. asap utama VS asap sampingan : perokok aktif VS perokok pasif

bagian c ini mengaitkan dua bagian sebelumnya, juga menjawab mengapa perokok pasif lebih bahaya daripada perokok aktif. jadi begini teman-teman, teman2 tau paru-paru kan? organ penting yang ada dalam tubuh kita, yang bekerja sama dalam system pernafasan dengan organ lainnya seperti hidung, laring, tenggorokan, dkk. Saat perokok aktif menghisap rokoknya dia menghisap asap utama yang kemudian difilter oleh paru-paru dalam tubuhnya (berterimakasihlah kalian pada Allah yang tidak lupa meminjamkan kalian paru-paru!!!!), sedangkan perokok pasif, menghisap dua macam asap, asap utama bekas perokok aktif dan asap sampingan dari pembakaran rokok langsung. Sialnya 85% dari asap yang dihisap oleh perokok pasif adalah asap sampingan, tak heran bila perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif, karena asap sampingan tanpa filterlah yang lebih membahayakan.

Efek yang diterima oleh perokok pasif terdiri dari dua macam, yakni efek langsung dan tidak langsung. efek langsungnya bisa iritasi mata, batuk-batuk, pusing, dan mual-mual. bahkan untuk orang yang menderita asma efek langsungnya bisa menyebabkan penurunan fungsi paru-paru. sedangkan efek tidak langsung yang bisa didapat oleh perokok pasif adalah peningkatan resiko kanker sebesar 25%, kemudian untuk bayi, umumnya bayi yang berumur kurang dari 1 tahun, mereka memiliki kemungkinan mengalami sudden infant death syndrome. bayi yang belum lahir ke dunia pun bisa terkena dampak ini, ibu2 yang sedang hamil dapat mengalami gangguan kehamilan akibat asap rokok tadi. anak-anak tak berdosa pun tak luput dari efek berbahaya ini, mereka dapat mengalami pneumonia, bronkitis, asma, dan infeksi telinga. banyak yah??? tenang, untuk orang dewasa jangan iri, udah ada jatah masing2 kok, untuk orang dewasa asap rokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru, kanker payudara, sinus, penyakit jantung dan menurunnya fungsi hati(irvan05, 2008). fiuuuh..lengkap yah..mari menghela nafas bersama…

jadi untuk teman-teman yang masih keukeuh untuk mengurangi bahaya rokok dengan cara menjadi perokok aktif, yah..monggo aja, itu pilihan Anda kok, cuma cobalah untuk tidak mementingkan diri sendiri. iya, boleh mengurangi bahaya rokok pasif untuk diri sendiri tapi juga pikirkan orang lain, kurangi juga bahaya rokok buat mereka, toh Anda semua tau bahaya yang dapat diderita oleh perokok pasif tak berdosa itu, saran saya silahkan merokok, silahkan menjadi perokok aktif DENGAN SYARAT rokok sekaligus asepnya anda telen juga, jangan dibagikan ke lingkungan diluar diri Anda, asik kan tuh? hehehehe..minimal saat anda ngerokok kepalanya dimasukin ke dalam plastik deh, jadi asepnya,yang utama maupun yang sampingan Anda hisap semua sampai habis, jangan lupa sekar rokok dan puntung rokoknya yah, hihihihi…saran yang bagus kan? pis…

oh iya, karena saya perokok pasif, jadi kemungkinan saya duluan nih yang mati, doakan agar saya masuk surga yah kawan, terima kasih lho atas sumbangan asapnya, semuga Allah memberikan ganjaran yang setimpal untuk kalian, hehehe..serem ga saya berbicara seperti itu?

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang
membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok

3. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg
terikat dikursi…hahaha penderitaan itu pedih jendral..!!!

baca baik2 deh point no 2 dan 3, saling menegasikan, katanya tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok, tapi kok di point bawahnya dipake buat shooting film penjahat, buat nyundut jagoan pula, bukankan itu perbuatan jahat??? itu tandanya penjahat dan perbuatan jahat identik dengan rokok, ya kan? ck..ck..

4. Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal
dalam posisi merokok.

bedah deh perutnya pasti ada rokok, hehehehe…

5. Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak
sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

kalau begitu Anda siapkan korek api saja tak perlu dengan rokoknya, dijamin orang yang ingin meminjam korek tak akan kecewa pada Anda.

6. Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa
tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.

kan tadi Anda bawa korek, basa-basinya tawarkan korek saja, jangan lupa beri kartu nama dan nomor hape Anda agar keakraban dapat berlangsung di kemudian hari, tidak hanya di halte saja, he.

7. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.

Taukah Anda kebanyakan pabrik rokok di Indonesia itu milik perusahaan asing, jadi sebagian uang yang dibelanjakan perokok yah larinya ke luar negeri, artinya mengurangi devisa negara. Pabrik yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa (Shani, 2007). jadi daripada beli rokok, mending Anda beli kerupuk kulit saja, memberi lapangan kerja bagi buruh pabrik kerupuk, pedagang asongan di kereta dan angkutan publik lain, dokter dan perusahaan obat batuk, hehehe..bayangkan jika Anda memakan 16 plastik kerupuk kulit sehari, wah dijamin beruntusan tuh lidah, juga pangkal tenggorok serta kerongkongan, belum lagi suara serak dan batuk, heboh deh. intinya kerupuk kulit lebih efektif mencapai tujuan yang Anda inginkan pada point no 7 daripada rokok, hihihi… mari mengerupuk..

8. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju
berlubang kena api rokok.

Tadi kan udah beli kerupuk, jadi post untuk rokoknya beralih menjadi post untuk membeli kerupuk kulit (harganya seplastik Rp 1000, kalo sehari 16 plastik kan udah Rp 16.000 tuh, belum lagi ada kemungkinan harga kerupuk kulit naik gara2 naiknya harga BBM, tambah gajinya jadi bisa lebih gede kan???). Kalo resiko baju berlubang, tadi kan bawa korek api, bolongin pake korek aja, selesai masalah…

9. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya )
sehingga seolah-olah berkabut.

Ah, Anda jarang pergi kepedesaan kali yah. Sekarang udah jarang ada kabut dipedesaan, banyaknya pabrik kerupuk kulit sama sapi. Dengan Anda mengkonsumsi kerupuk Anda sudah menghadirkan suasana pedesaan di tempat Anda berada, tidak hanya di ruangan ber-AC saja, bisa di tempat2 lain yang juga Anda kunjungi. selain itu, kerupuk yang akan Anda makan sebagai pengganti rokok tadi, terbuat dari kulit sapi, dengan Anda menghadirkan kerupuk di lingkungan Anda saat ini, seolah-olah Anda menghadirkan sapi di tempat tersebut. Anda, kerupuk kulit beserta sapinya, bukankah itu sungguh seperti pedesaan..

10. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.

Bauin deh kerupuk kulitnya, tak kalah dengan bau rokok, bau kerupuk kulit juga bisa Anda gunakan untuk menghilangkan bau wangi2an ruang bagi yang alergi parfum kok.

11. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

Yeeeh, ngeyel, kan tadi Anda sudah membawa korek, yang diperlukan hanya api kan? berarti dengan korek api saja sudah cukup, Anda bisa membakar busi ngadat tadi, iya tidak??

12. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.

Walah, harga diri Anda bisa turun nih jika sebagai pria Anda mengalami impoten, ada cara yang lebih ampuh untuk membantu program KB, apakah itu? hahaha..saya perkenalkan ini dia, tet teret..teret..kerupuk kulit!!! kerupuk kulit itu nagih bung, ajak pasangan Anda untuk makan kerupuk kulit bersama, pasti keasikan makan kerupuk deh, lupa sama penetras*, yang pasti dengan kerupuk kulit, harga diri Anda sebagai pria tidak akan hancur, hahaha…mari kita ngerupuk saja..

13. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula
merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan ( bagi yg
lulus).

Kalau soal melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah mendingan Anda berkunjung ke pabrik kerupuk kulit, pasti pemilik pabrik dan buruh2 lain senang dan menyambut Anda dengan sorak sorai suka cita serta riang gembira. Tawarkan bantuan pada mereka untuk ikut dalam proses pembuatan kerupuk. saya rasa sehari disana kesabaran Anda dan semangat pantang menyerah Anda akan meningkat, bagaimana tidak, pertama yang harus Anda lakukan dalam pembuatan kerupuk adalah menyiapkan bahan bakunya, salah satu yang akan melatih semangat pantang menyerah Anda adalah saat Anda harus berjuang mengejar-ngejar sapi untuk diambil kulitnya, Anda juga harus sabar ketika keluarga sapi tersebut meminta ganti rugi kepada Anda karena anggota keluarga mereka telah Anda bunuh, yang sabar aja deh yah, SMANGAT!!! saya doakan Anda dapat melewati semua ini, jangan lupa persiapkan diri untuk menjadi ayah angkat bagi anak sapi yang telah menjadi yatim dan persiapkan diri Anda untuk menjadi suami bagi istri sapi yang telah menjadi janda. Satu lagi, Anda harus sabar dan tetap semangat ketika keluarga Anda dan anak Anda yang sesungguhnya(dari golongan manusia) cemburu karena Anda membagi perhatian dan kasih sayang pada keluarga Anda yang baru, yang keluarga sapi tadi lho, hehehe..panjang yah?

14. Untuk indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok.
Jadi yang merokok itu pasti orang sehat
.

iya, dia emang dilarang dulu merokok, alurnya gini: sehat – ngerokok – sakit deh – dilarang merokok – sembuh – trus agak sehat – eh dia ngerokok lagi – bodoh yah dia? -sakit lagi deh ujung2nya – dilarang ngerokok lagi – bisa2 ga sehat2 tuh orang – eh dia malah bandel tetep ngerokok, padahal kan lagi sakit – masih aja tetap merokok – sakitnya tambah parah – tetap merokok – mat* deh (isi sendiri ajalah, saya ga tega)

15. Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat.
Apalagi ditambah merokok !

belum coba ditambah kerupuk kulit kan?? lebih nikmat lho, apalagi ditemani dua istri, istri beneran yang manusia sama istri sapi, hehehehe…

16. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok

Wahh..ketauan deh situ jarang bangun pagi, pagi2 sekarang tuh ga ada ayam yang merokok, denger2 sih katanya ayamnya udah pada mati, yah itu tadi gara2 merokok, hi.

17. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari

kerupuk kulit juga bisa bikin batuk kok, kalo dimakan di tengah kesunyian malam juga menimbulkan efek suara kriuk-kriuk, pasti maling ga berani mendekat. kalopun malingnya berani banget, palingan dia minta dibagi kerupuk, yah udah makan kerupuk bersama saja sama malingnya, sekalian kasih ceramah dan renungan malam, siapa tau besok dia tobat, amin2..

18. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg
terikat dikursi…hahaha penderitaan itu pedih jendral..!!!

yang ini tadi udah dibahas yah..

19. Film Koboy pasti lebih gaya kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil
ngupil susah betul.

lebih gaya sambil makan kerupuk ah…

20. Teman boker yg setia dan teman dekat di saat coding

kerupuk juga bisa jadi teman setia kok. rokok sih diem aja ga bisa diajak ngomong, coba kalo kerupuk kulit, pas plastiknya dibuka dia komentar “kresek-kresek”, pas kerupuknya digigit dia bisa jawab “kriuk-kriuk”, pertemanan itu harus ada timbal baliknya, monolog itu bikin bête lho, enakan temenan ma kerupuk kulit kan??? wee…

21. Buat ngelobangin jawaban-2 Ebtanas.

pake korek, bisa dibakar atau dengan menusukkan ujung korek pada LJKnya

22. Kata guru NF gw, merokok bisa bikin awet muda, soalnya mati di saat muda, ga
pernah tua deh.

sebagai guru NF saya sepakat dengan apa yang diucapkan oleh teman sejawat saya itu, namun sepertinya dia kurang lengkap menyampaikan informasi tentang nasib perokok yang mati muda tadi, sebagai ilustrasi nih saya kasih kelanjutan kisah perokok tersebut..

Konon ada seorang kyai yang hobby ngerokok. Tapi karena kasih sayang menghapuskan banyak dosa, maka sang kyai diampuni dosa-dosanya, dan dimasukkan ke surga.

Cuman di surga, pak kyai masih resah. Jadi dia manggil oom malaikat: “Oom Malaikat, kalau di surga saya boleh minta apa aja, saya minta rokok donk.”

Malaikat langsung menyediakan rokok berbagai cita rasa. Sang kyai dengan suka cita membuka kemasannya, meraba-raba, menciuminya, mengambil rokok sebatang, lalu …
“Om Malaikat, apinya gimana?”
Dan kata malaikat, “Apinya ada di neraka.”
Pak Kyai langsung beristighfar.

hahahaha….eike sih mending ngerupuk aja dueh..ayo ngerupuk…

sebagai penutup mari kita nyanyikan satu bait lagu yang berjudul Rokok dan Kerupuk, isinya adalah kesimpulan dari apa yang sudah saya tuliskan di atas (panjang yah, ga nyadar saya nulis panjang banget, he)

*nyanyikan dengan nada dan irama seperti pada lagu koruptor

siap??? 1..2..3!!!

Perokok itu jahat..jahat..jahat..

Ngerokok itu jahat..jahat..jahat..

Kerupuk tidak jahat..tidak jahat..

Ngerupuk tidak jahat..tidak jahat..

(ulangi lagi sampai mabok)

akhir kata, mohon maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung dan tak Anda segani,,

percayalah, saya, dan orang2 lain meminta Anda perokok aktif untuk berhenti atau setidaknya mengurangi intensitas merokok Anda karena saya menyanyangi Anda dan perokok aktif lainnya. juga menyayangi perokok pasif yang tidak berdosa itu.

inilah yang saya yakini, kl tetep keukeuh yah silahkan, yang penting saya sudah mencoba mengingatkan Anda.. hehehehe..

semuga kamu baik2 aja, amin2..

Permalink Leave a Comment

serba mudah..

April 5, 2008 at 1:15 pm ("artikel") ()

Mengasyikan hidup di zaman sekarang. Semua serba mudah, untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita tak perlu repot menyiapkannya sendiri. Semua sudah tersedia di luar sana, tinggal kita siap merogoh kantong, maka semuanya pun terpenuhi. Dengan membelinya saja, dengan mengeluarkan uang saja, segala kebutuhan kita dari ujung rambut sampai ujung kaki dapat kita penuhi, menyenangkan bukan? Coba kita bayangkan, dulu untuk memasak saja, orang harus mengumpulkan kayu bakar terlebih dahulu, setelah itu baru dapat memasak. Lihat sekarang, ada minyak tanah, ada gas, tinggal membelinya saja, sungguh mudah bukan? Contoh lain, bayangkan jika kita harus menumbuk dedaunan untuk dijadikan sabun saat kita ingin membersihkan badan, akan sangat merepotkan. Untungnya kita tidak harus melakukan itu, di swalayan, di warung-warung tersedia sabun , dengan berbagai macamnya, untuk berbagai keperluan cuci mencuci. Wah, benar-benar mengasyikkan hidup di zaman serba mudah seperti ini.

Namun, dengan segala kemudahan yang kita rasakan di zaman ini, sadarkah Anda jika kita terbentuk menjadi manusia yang tidak mandiri. Karena semua mudah, maka kita memanfaatkan semua kemudahan tersebut. Tidak menjadi masalah jika lantas kita tidak menjadi tergantung dengan kemudahan yang di berikan zaman tersebut. Masalahnya sekarang , saya, Anda dan juga kebanyakan orang yang hidup di zaman ini terlena dengan kemudahan yang ditawarkan. Saya pribadi akan beralasan, jika ada yang mudah kenapa harus merepotkan diri? Wajar kan jika saya memanfaatkan kemudahan yang ada?

Nah itulah, kita terbiasa dicekoki hal-hal yang serba mudah, terbiasa menggantungkan pemenuhan kebutuhan kepada orang lain. Kebiasaan tersebut, kebiasaan kita membeli segala hal yang kita sebut mudah tersebutlah yang kemudian menjadikan kita tak berdaya jika suatu saat lingkungan yang konon selalu memberikan kemudahan itu tak lagi memberikan kemudahannya pada kita. Misalnya, kita terbiasa menggunakan minyak tanah atau bisa juga gas untuk memasak. Dua energi tersebut kita pilih karena lebih mudah dan praktis dibanding menggunakan kayu bakar. Namun sadarkah Anda, lama kelamaan kita menjadi manusia yang bergantung pada dua energi tadi. Hal tersebut dirasakan saat minyak tanah dan gas hilang dari peredaran, atau saat harga dua energi tersebut membumbung tinggi. Kita menjadi manusia yang selalu mengeluh, seperti kebakaran jenggot saja, tanpa adanya dua energi tersebut kita tidak berkutik, kita tidak bisa memasak makanan sendiri. Seandainya kita tidak terlena dengan kemudahan yang sudah biasa kita rasakan, seandainya kita tidak menjadi tergantung pada dua energi itu, kita bisa tetap memasak, meskipun dengan sedikit berepot diri mengumpulkan kayu bakar dan kembali ke tungku seperti zaman dahulu. Tapi saya yakin Anda merasa hal tersebut merepotkan saja, begitu bukan? Saya pun berpikir seperti itu. Dan pikiran-pikiran tidak mau berepot diri, tidak mau mencari alternatif lain, mengeluh, menyalahkan keadaan, menuntut orang lain untuk memperbaiki system, dan menuntut kemudahan yang sudah kita rasakan itu untuk kembali ada memenuhi kebutuhan kita adalah bukti bahwa kita terlalu dimanjakan dengan kemudahan, sehingga saat kemudahan itu hilang, kita tidak mau berusaha untuk sedikit inovatif dan berepot diri dalam memenuhi kebutuhan kita sendiri. Kita terus ingin disuapi, jika tidak, kita akan mengeluh, bersungut-sungut lalu menyalahkan orang lain. Kita menjadi manusia yang tidak mandiri bukan?

Begitulah, jika segala kemudahan yang ada tidak disikapi dengan bijak, kemudahan yang kita dapatkan dari lingkungan akan membentuk kita menjadi manusia yang tidak mandiri, manusia responsif, yang hanya berespon sesuai dengan stimulus yang diberikan, seperti robot saja. Kita terbentuk menjadi manusia yang hanya dapat melangsungkan kehidupannya jika selalu diberikan kemudahan dari lingkungan, tanpa itu kita akan mati, tak bisa melakukan apa-apa, tak bisa melakukan apapun. Lalu bagaimana? Apakah kita harus anti dengan berbagai kemudahan yang ada? Lalu kita berepot-repot diri lagi seperti zaman dahulu kala? Apakah kita harus anti teknologi agar kita bisa tetap menjadi manusia mandiri yang bebas dari perbudakan kemudahan zaman tersebut? Tidak seperti itu juga jawabannya. Anti terhadap teknologi dan anti terhadap kemudahan yang telah tercipta sama saja dengan mendzolimi diri sendiri. Seluruh waktu kita akan habis jika kita berkutat terus dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan secara mandiri. Kita harus tetap memanfaatkan kemudahan yang ada, namun dengan cara yang bijak, dengan cara memilih kebutuhan-kebutuhan tertentu saja. Kebutuhan sehari-hari yang kira-kira bisa kita hasilkan sendiri maka kita kerjakan itu secara mandiri, sehingga kita tak sepenuhnya bergantung pada kemudahan dari lingkungan.

Saya pribadi akan memulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Saya rasa, kebutuhan keluarga saya akan bumbu masak dapat kami penuhi sendiri. Saya bisa menanam cabe, bawang, lengkuas, jahe dan teman-temannya di halaman rumah saya, saat perlu saya dapat mengambilnya dengan mudah, saat harga cabe mahal misalnya, saya tak perlu mengeluh karenanya, karena untuk pemenuhan akan bumbu dapur tersebut saya memenuhinya dengan cara mandiri. Saya tidak ingin menjadi budak kemudahan zaman, saya pun tak anti kemudahan, dengan memulai dari menaman cabe untuk keperluan sendiri, saya harap dapat sedikit membebaskan saya dari kebergantungan terhadap kemudahan zaman tadi, dan saya akan berusaha memperluas kemandirian saya, tak hanya sebatas hal kecil seperti menanam cabe dan temannya saja, itu hanyalah contoh paling kecil, doakan saja agar dapat berkembang ke hal lainnya. Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah akan tetap menjadi budak kemudahan zaman??

Permalink Leave a Comment