dia punya landasan helikopter

August 22, 2009 at 10:20 am (pelajaran hari ini)

deg2an, bukan karena sudah lama tak “berkata2″, mungkin itu juga sedikit  tapi lebih tepatnnya deg2an karena ini adalah perdana untuk saya mencoba “jalan” yang berbeda. ditambah, teman “berkata2″nya yang cerdas, saya suka teman yang cerdas, menantang.

berdasarkan pengalaman “berkata2″ terdahulu, teman2 yang cerdas lebih menampilkan pertahanan, bahkan menyerang, padahal temen sendiri lho, yang katanya begitu mengerti saya. dengan pengalmaan lalu tersebut, bayangan di kepala saya,  teman cerdas yang satu ini juga akan melakukan hal yang sama.

namun diluar dugaan, dia begitu lapang. ibaratkan sebuah lapangan,dia adaah lapangan luas  tanpa pepohonan yang bisa dijadikan sebagai tempat landas helikopter. dia tidak menghadir namun ia memikirkan. dia dia berprasangka melainkan mengkritisi. saya suka orang cerdas. cerdas dalam arti sesungguhnya. bukan cerdas yang hanya nampaknya saja. belum memikirkan sudah menghardik. belum mendengarkan sudah menuduh. belum merenungkan sudah menganggap salah. belum mencari bukti sudah memfitnah.

wahai dia yg memiliki landasan helikopter yang luas, tetaplah cerdas seperti yg sudah kau tunjukkan, saya selalu berdoa untukmu.

Permalink Leave a Comment

laa..

March 27, 2009 at 1:33 pm (pelajaran hari ini)

laa maujuda ilallah..

laa maujuda ilallah..

laa maujuda ilallah..

Permalink Leave a Comment

tanpa makna

September 25, 2008 at 1:45 pm (pelajaran hari ini)

pagi hari yang sudah membuat saya berkeringat, tapi tak sia2lah bergerak cepat, dapet duduk di kreta, senaaaaang.

celingak-celinguk, aktivitas pertama yang biasa saya lakukan sesaat setelah duduk di kreta, kadang untuk mencari teman seperjuangan yang mungkin naik gerbong yang sama, kadang untuk mencari mamang koran, kadang untuk liat2 aja muka2 orang dikreta, ato bahkan hanya untuk senam pagi meregangkan otot leher, he.

ah ga ada yang seru, mending ngelamun aja, hmmh..lebih tepatnya monolog dalam hati sambil mikirin, hmmh..mikirin..ada deh, kasih tau ga y? yah ada lah yah..

ada mamang koran, lalu saya membelilah sebuah koran seharga seribuan, semakin tipis saja, mu lebaran kali ya, kena efek domino harga sembako naek, koran pun mengkerut. arggr!!!, pusing juga tadi baca koran, kapan ada berita baik ya? mulai pegel lagi, saya pun kembali celingak-celinguk, dengan tujuan seperti di atas sekaligus untuk melihat derajat kepenuhan kereta, hal ini penting dalam merancang strategi keluar dari kereta, salah strategi dan salah menentukan waktu beranjak dari tempat duduk biasanya berakhir dengan sakit badan pas keluar kreta, wajah lecek dan kumal, kaos kaki kotor terinjak, keringat banjir bercucuran,  kerudung nyengsong, ato yang lebih parah kebawa ke UP, haha..rekor gw dua kali tuh selama 3 tahun lebih ’silaturahmi’ ke UP.

selanjutnya, saya melihat sesosok pria, sepertinya mahasiswa UI, mukanya familiar cuma saya tidak mengenalnya. Jauh, jauh di pojok gerbong saya, saya melihat pria tersebut sedang mengangkat dua tangannya kira2 setinggi dada dengan Al-Qur’an di kedua tangan tersebut, dia sedang membaca Al-Qur’an.

hmh, ramadhan, memang pemandangan seperti di atas sering saya temui. bulan lain juga lumayan c, namun bulan ini kuantitasnya bertambah. yah, ramadhan memang bulan ibadah, orang2 berlomba2, seperti pria tadi, dalam kesibukan kuliah yang padat, ya iyalah 10 hari terakhir biasanya orang berkumpul di masjid ini masih ada kuliah aja, alhasil waktu luang sedikit pun langsung dipakai untuk mengejar ketertinggalan target yang telah ditentukan. melihat pria tersebut sedikit sejuk lah hati saya, lalu saya pun kembali membaca koran.

beberapa lama kemudian, mata saya mulai pusing akibat baca koran, kembali saya melirik pada pria tadi, subhanallah masih lho dia baca Qur’annya, semakin kagum. hmmh..eits..eits..tunggu dulu..saya melihat ada sesuatu yang mengganjal. ya ampun, akhi.. itu di depannya  ada ibu2 berdiri aja gitu bawa anak, amsa dibiarin berdiri dan Anda enak2an duduk padahal masih segar bugar dan gagah perkasa. mana akhlak yang ditulis dalam AQ yang Anda bacanya? koq ga dipraktekin? hhmmh, semakin membuktikan, dari sekian banyak orang, hanay sedikit orang  yang membaca Al-Quran, dari sekian orang yang membaca Al-Qur’an , hanya sedikit orang  yang paham maknanya, dan dari yang paham, hanya sedikit yang mempraktekannya.

Sayang banget yah, durasi membaca Al-Qur’annya  tidak seiring dengan kualitas mempraktekan apa yang dibacanya. padahal perintahnya adalah berpegang teguhlah pada apa yang Allah tuliskan dalam AQ, koq jadi membaca tanpa pemaknaan gitu, huh..pantes aja teu tegak2 Islamna, model2nya kaya gini, teguran juga buat saya, hrs lebih menjadikan Al-Qur’an sebagai cermin diri, namanya juga pedoman, dijadikan petunjuk untuk praktek dalam keseharian saya, bukan untuk disenandungkan tanpa pemaknaan, smangat ulan!!!!!!

Permalink Leave a Comment

lalu siklus hidup seperti apa?

August 14, 2008 at 11:10 am (pelajaran hari ini)

lg browsing foto2 keren nih..

lalu terdamparlah sy di sebuah blog milik seorang ibu muda beranak satu. ia tinggal di belanda, blognya dipenuhi beragam foto, keren2 fotonya…terharu!

selain kekaguman sy akan foto2 dalam blog itu, saya pun kemudian kagum dengan negeri penjajah itu, keren tempatnya, apa efek fotonya aja?

yah, tak pentinglah itu. entah kenapa sy justru kemudian memikirkan tentang siklus hidup. memikirkan ibu muda itu, mungkin dia sedang menikmati kebahagiaan yang sangat amat, tampak dari foto2nya yang selalu sumringah. entah kenapa juga sy langsung membayangkan foto2 ibu muda tersebut pada beberapa taun berikutnya. Dia mulai menua, mungkin anaknya mulai bertambah, tidak hanya satu. muka mulai keriput, atau bahkan gambaran lain saat mengasuh cucu, kini si ibu itu memakai kacamata dan badannya mulai sedikit melebar, tidak selangsing saat muda lagi.

kemudian, pikiran saya pun dengan segera berganti pada orang2 disekitar saya. saya memikirkan orang tua saya, teman2, saudara2, dan orang2 lainnya yang saya kenal. yah, siklus hidup, itulah yang lagi2 muncul dalam benak saya. lalu saya kembali memikirkan orang2 disekeliling saya, mencoba membandingkan semuanya. ada pola yang khas yang dapat saya rekam. terlahir, kemudian disekolahkan, setelah lulus mencari kerja, dapet uang banyak, berkeluarga, membahagiakan keluarga dan orang tua, membantu sekitar, menua, meninggalkan dunia. yah polanya seperti itu.

dan entah mengapa juga, kemudian saya merasa ada yang kurang dengan pola tersebut. merasa kurang sreg aja. apakah manusia diciptakan hanya untuk masuk dan berputar sesuai siklus hidup seperti itu?? gamang nih jadinya, terlalu simpel, terlalu remeh kayaknya.

mungkin kegamangan tersebut muncul karena dalam waktu yg sama ada sebuah kata yang juga berkeliaran di pikiran saya. hamba, yah kata tersebut adalah ‘hamba’. memikirkan kata ‘hamba’ yang tergambar adalah kepatuhan yang sangat amat, sungkem, nurut, budak, rendah, pengorbanan besar, berjuang untuk patuh, mengiyakan, sujud, menahan keinginan diri, berserah diri, pasrah mengikuti komando, takut.

visualisasi dari kata hamba tersebutlah yang akhirnya membuat saya gamang ketika berpikir tentang siklus hidup tadi. lahir, kemudian disekolahkan, setelah lulus mencari kerja, dapet uang banyak, berkeluarga, membahagiakan keluarga dan orang tua, membantu sekitar, menua, meninggalkan dunia.

pola ini terlalu sederhana, terlalu datar, tidak ada sentuhan kehambaannya, manusia itu hamba, dan seharusnya seorang hamba hidup di dunia ini alurnya tidak sesederhana itu. ada yang mengganjal dalam diri saya jika hidup saya kemudian ditujukan untuk membahagiakan sekitar, orang tua, teman2, atau mungkin masyarakat. mana sisi penghambaaannya???  tugas saya sekarang berarti mencari siklus hidup yang berbeda dengan kebanyakan orang, membahagiakan orang disekitar? bukan, itu belum mencerminkan penghambaan terhadap Allah. saya harus mencari siklus hidup sy. biarlah ini jd PR, lain kali jika sy telah menemukan siklus tersebut, mungkin akan sy ceritakan lagi. lalu, siklus seperti apa yg akan menjadi siklus hidup saya??

Permalink Leave a Comment

mu yg sesaat aja? monggo..sy sih ogah..

August 10, 2008 at 1:04 pm (pelajaran hari ini)

td, pas lg di butik tempat biasa sy berkonsinyasi, ada pembeli ibu2 sama anaknya dan baby sitter anaknya.

hmmh, butiknya kan sedikit nyentrik, penuh pernak-pernik penghias gitu, salah satunya adalah boneka2 kecil yang nemplok di pintu kacanya. nah c anak kecil itu nyabut salah satu boneka kecil itu. pas mu pulang, baby sitternya minta tuh boneka buat dipasang lg di pintu butik. anaknya ga mau pengen bawa pulang tuh boneka. Anda tau apa kemudian yg dilakukan oleh ibu anak itu? dia langsung menanyakan berapa harga bonekanya? mbak penjaga butik tentu aja bingung dengan pertanyaan ini, karena bonekanya ga dijual. tau itu boneka ga dijual, c ibu sedikit ngotot mau membeli boneka itu, berapun harganya, yang penting anak saya ga nangis, gitu dia menekankan.

hhmmh, mbak penjaga butik makin bingung. dia kemudian nelpon si empunya butik dan nanya bonekanya boleh di jual ga. mendengar percakapan yang panjang, saya menyimpulkan sebenernya empunya butik ga ngizinin. lalu c ibu itu nyuruh anaknya keluat butik bersama baby sitternya. dan ia kemudian memaksa untuk membeli boneka itu, biar anaknya ga nangis, bonekannya juga udah dibawa keluar. akhirnya c empunya butik ngizinan juga kali yah, toh bonekannya dah dibawa juga.

nah, sy yg waktu itu ada di TKP gemes banget sm c ibu2nya. Duh bu, kenapa c repot amat ga mau anaknya nangis. kenapa c kl nangis?? kebiasaan ntr anaknya minta semua kemauannya selalu dipenuhin kl dah gede. mending itu masih contoh kecil boneka, coba kl dia minta yg macem2 dan apa yg dimintanya justru merugikan orang laen???? bingung juga td saya ga bisa melakukan apa2. hmmh.. mungkin anaknya ga nangis saat itu (kenyamanan sesaat), tapi liat bentukan ibu itu, akan seperti apa anaknya ntr kl tiap dia mau apa2 langsung diturutin..hmmm..semuga aja tuh anak gedenya baik2 aja.

hmmh..kl di aplikasikan dalam skala yg lebih luas, emang gitu kali yah manusia, lebih memilih kesenangan sesaat aja, ga memikirnya dampak negatif apa yang bakal dia terima dr perilaku mengutamakan yang sesaat tadi. hayo2 jangan terjebak di kenyamanan yang sesaat aja yok, ada dampak luar biasa besar lho dari yg sesaat itu. sebelum bertindak coba pikirin lagi, jangan2 kesenangan, kenyamanan yg kita rasain cuma sesaat doank, dan setelah itu kita akan berhadapan dengan dampaknya yang ngerugiin kita sendiri.

Permalink Leave a Comment

lagi-lagi kesalahan

June 25, 2008 at 4:20 am (pelajaran hari ini)

pelajaran yang saya dapatkan baru-baru ini adalah jangan bermain-main dengan hati. Apalagi jika merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikannya. Saya mengakui hati saya begitu lemah, kesalahan saya adalah tidak melakukan tindakan preventif, padahal saya tau akan seperti apa nantinya jika permainan hati ini diteruskan. Sekarang terjadilah apa yang saya khawatirkan dulu. saat hidup saya dikendalikan persaan itu adalah saat yang menyulitkan saya, saya tidak bisa berkutik, traumatic. hmmh..saya tidak mau lagi bermain-main dengan hati. Sakit harus menyakiti orang lain. Sakit harus menyakiti diri saya sendiri.

Pelajaran kedua, masih dalam tema yang sama. Saya terlalu memaksakan pandangan saya. Saya menganggap apa yang saya pikirkan adalah baik. Baik untuk orang lain, saya bersikukuh memegang itu, apa yang saya pikirkan baik untuknya, maka akan baik untuknya. Padahal, tidak selalu seperti itu, mungkin menurut saya baik untuknya tapi tidak menurut dia. Saya tidak bisa memaksakan pandangan saya, karena dia memiliki perspektif yang berbeda tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dirinya sendiri. Siapa saya yang berani-beraninya mengingkari keabsahan perspektif orang lain hanya karena pendapatnya itu bertentangan dengan pendapat saya?? siapa saya yang berani-beraninya menganggap pendapat sayalah yang paling baik buat dirinya, dan memaksakan itu padanya??? siapa saya??? fiiuh… mulai sekarang saya harus berhati-hati lagi, setiap orang punya pandangan dan pendapat yang berbeda. Baik menrut saya belum tentu baik menurutnya. Jadi biarkan saja, ungkapkan pendapat namun tanpa memaksa dia harus mengambil keputusan apa, biarkan dia memilih yang terbaik untuknya.

satu lagi, sedikit mendengarkan orang lain, makasih yah us atas sarannya. iya saya memang terlalu egois, makasih banget atas sarannya, aku seneng banget bisa kenal kamu. maafin yah aku udah banyak salah ma kamu..

Permalink Leave a Comment

jangan jutek

June 14, 2008 at 1:32 pm (pelajaran hari ini)

hari ini saya dijadwalkan mengajar pukul 2 sampai pukul 8 malam. pas disana, pas baru sampai bimbel, tepat jam 1 teng, yang rencananya ingin menghela nafas dulu sesaat, eh malah disuruh ngajar jam 1 itu juga. walah, gimana sih kan td disuruhnya jam 2 untung ga telat. ya sudah, mengajarlah saya saat itu juga. setelah dua jam mengajar, sy menunggu ja, ngajar saya berikutnya yakni pukul 6. lama harus menunggu 3 jam. 3 jam pun berlalu. anaknya koq pada ga ada yah. ah, sidrom malam minggu. udah mau SNMPTN padahal yah. saya tunggu lah 45 menit tuh anak-anak ga datang juga. lalu2 saya diberitahukan bahwa seharusnya saya mengajarnya bukan pukul 6 tapi pukul 5. mendengar itu saya agak bete. trus bilang sama masnya bahwa saya ga suka seperti itu. ga singkron dengan pemberitahuan awal. untung anak2 yang jam 5 juga ga ada, kl ada kan kasian merekanya. intinya saya tadi agak keras mengkritik masnya. akhir2 engga sih saya bilang hal2 seperti itu jangan keulang lagi, karena ngerugiin banyak pihak. hmmh..kayanya muka saya agak galak juga tadi, pengaruh lagi dapet hari pertama nih, agak jutek. sekarang saya jd kepikiran sih. pelajaran yang saya dapet, kl lagi marah, pas sesi akhirnya, pas sesi bilang kenapa saya marahnya harus diulang2 kali yah, hehehehe. masih ngerasa kurang maksimal. jangan2 si masnya sakit hati. hmmm..maafkan saya.

Permalink Leave a Comment

biar lelah yang penting akhirnya puas!!!

June 9, 2008 at 2:08 pm (pelajaran hari ini)

ah, akhirnya kategori barunya dah ada. tulisan2 yang dulu udah diubah juga kategorinya, kategori lama udah diapus semua, huuuh…cape juga.

perubahan itu memang bikin cape kawan. itulah, berubah kan artinya keluar dari zona lama menuju zona yang baru. awalnya memang lelah karena harus menyesuaikan diri, atau lelah karena proses perubahannya itu sendiri, tapi abis itu uh..nyaman bener..

kaya sekarang, dengan kategori yang baru saya merasa lebih nyaman. keliatan deh, ternyata selama ini saya lebih banyak melacurnya dari pada nulis tulisan yang penting2. fiuuuh…

ga papa, yang penting diagnosis sudah ditegakkan, tinggal intervensinya aja. SMANGAT!!!!

Permalink Leave a Comment

1 lagi kelemahan tersadari

May 11, 2008 at 9:25 am (pelajaran hari ini)

masih bertemakan kemaren, training salam, disana kan ada simulasi konfirmasi penyerahan proposal yah, simulasi buat minta kesempatan presentasi gitu sama investornya. eh kebetulan entah kenapa saya yang ditunjuk untuk melakukan simulasi tersebut (curiganya karena nama saya terbaca jelas oleh pembicara), setelah simulasi pembicara bilang kalo kekurangan saya pas simulasi itu hanya satu, yaitu terlalu ngotot. iya sih, saya emang agak ngototan orangnya, lebih tepatnya cara saya saat berbicara agak ngotot, saya blum bisa bicara asertif, niatnya ga ngotot tapi keluarnya yah begitu, ngotot, nyolot, kaya ngajak berantem gitulah, kalo sama orang yang udah kenal deket sih mereka ngerti kl nada bicara saya memang seperti itu, kl sama orang baru, ga tau deh..bakal terdengar nyolot emang. hmmh…saya harus belajar asertif lebih keras lagi.smangka!!!!

Permalink Leave a Comment

doh, gw ga peka amat yah..

May 11, 2008 at 9:04 am (pelajaran hari ini)

kemarin, pagi2 saya mengikuti sebuah training di kampus, bikinan salam. harusnya, tuh training saya ikuti dari pagi sampai sore, namun berhubung sorenya harus ngajar(berdasarkan konfirmasi hari kamis), jadi saya hanya mengikutinya setengah hari saja, seperti jam sekolah anak SD.

sampai di bimbel..

mas ‘penjaga kelas’(istilahnya agak aneh, maaf): lho, mbak Ulan, ngajar kelas berapa? bukannya tadi pagi yah???

saya: hah?? pagi yah? oh..eh..hmmh..oh saya ngerti mas, he-eh2..emang salah, tadi si mas eka emang nanya bisa pagi ato engga, cuma saya ga bisa, kirain yang sore masih tetep, taunya engga yah? berarti yang pagi itu maksudnya ganti jadwal yah? saya kira tambahan ngajar, yang sore saya kira tetep, gitu..makanya saya dateng mas, kl emang ga ada gapapa, saya yang salah berarti..

mas penjaga kelas: eh tapi ga tau deh mbak, coba aja tanya ke mas irul cek lagi, kl disininya sih kimia sm fisika, bukan BIP

saya: iya mas, makasih yah, bentar dulu ah masih capek, tadi buru-buru dari kampusnya takut telat soalnya..

tak lama mas irul tiba, pucuk dicinta ulam pun tiba..

saya: mas irul sebenernya hari ini saya ngajar apa engga yah?? soalnya..bla..bla..bla..

mas irul: menyerngit sambil berlalu..

saya: lah ditanya malah ngabur..(dalam hati)

ibu yang laen: mas irul, you look so tired..

deng..dereng…

mendengar itu, saya langsung mikir, ehm..saya koq ga peka amat yah jadi orang, ga liat2 gitu muka si mas irul kala itu emang pucet, kecapean, bukannya nanya kenapa malah nyerbu dengan pertanyaan jadwal ngajar, saya ngerasa agak egois sih, mikirin diri sendiri aja ga merhatiin sekitar, hmmh..kenapa saya jadi ga peka gini yah…laen kali harus lebih peka lagi deh..SMANGAT!!!!!!

Permalink Leave a Comment

Next page »